Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 26 April 2018 | 23:50 WIB
 

Paris akan Putuskan Nasib "Bordil Boneka Seks"

Oleh : - | Selasa, 20 Maret 2018 | 11:39 WIB
Paris akan Putuskan Nasib
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Paris--Dewan Kota Paris akan memutuskan masa depan sebuah bisnis yang menetapkan tarif 89 Euro atau sekitar Rp1,5 juta bagi pengunjung untuk menghabiskan waktu bersama satu boneka seks yang terbuat dari silikon selama satu jam.

Laporan media setempat, seperti dikutip dari BBC, Selasa (203) menyebutkan anggota dewan kota dari kelompok politik beraliran komunis dan kelompok-kelompok feminis menyerukan agar Xdolls ditutup.

Saat ini Xdolls terdaftar sebagai pusat permainan namun para pengkritiknya berpendapat usaha itu sebenarnya sebuah rumah bordil.

Memiliki maupun menjalankan rumah bordil merupakan pelanggaran hukum di Prancis.

Xdolls, yang berlokasi di sebuah apartemen di Paris, baru mulai beroperasi bulan lalu.

Para pelanggan umumnya kamu pria, namun ada juga pasangan yang datang ke Xdolss, menurut pemiliknya, Joachim Lousquy, kepada surat kabar Le Parisien. Sebelum membuka 'pusat permainan' itu, Lousquy memiliki toko rokok elektronik.

Xdolls memiliki tiga kamar dan di masing-masing kamar tersedia satu boneka seks berbahan silikon setinggi 1,45 meter yang nilainya mencapai ribuan Euro.

Calon pelanggan harus memesan tempat dan membayarnya lewat internet dengan alamat persisnya yang dirahasiakan. Lousquy mengatakan para tetangga bahkan tidak mengerahui jenis bisnis yang dijalankannya.

Namun para pengkritik ingin agar Xdolls ditutup.

Nicolas Bonnet Oulald--anggota dewan kota yang beraliran politik komunis--sudah menyampaikan protesnya kepada Dewan Kota Paris, yang akan menggelar sidang pekan ini.

"Xdolls membawa citra yang merendahkan perempuan," katanya seperti dikutip Le Parisien. Dia dan beberapa rekan anggota dewan kota menuntut agar Xdolls ditutup karena beroperasi seperti rumah bordil.

Namun Lousquy menegaskan bahwa boneka silikon adalah mainan seks dan tidak melihatnya sebagai hal yang merendahkan perempuan.

Sementara Lorraine Questiaux--pengacara dan juru bicara Asosiasi Feminis Paris--mengatakan: "Xdolls bukan toko seks. Itu adalah tempat yang menghasilkan uang dan tempat Anda memperkosa seorang perempuan."

Dia juga mendesak Xdolls ditutup dan menambahkan setiap tahunnya 86.000 perempuan diperkosa di Prancis. [bbc/lat]

Komentar

 
Embed Widget

x