Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 12:16 WIB

AS akan Lancarkan Tekanan Agama atas Taliban

Selasa, 20 Maret 2018 | 08:59 WIB

Berita Terkait

AS akan Lancarkan Tekanan Agama atas Taliban
Komandan tertinggi militer AS di Afghanistan, Jenderal John Nicholson - (Foto: VOA)

INILAHCOM, Kabul -- Komandan tertinggi militer AS di Afghanistan mengatakan, kombinasi tekanan agama, sosial, diplomatik dan militer akan diterapkan terhadap Taliban tahun ini, untuk memaksa mereka memulai perundingan perdamaian di negara yang dilanda perang itu.

Jenderal John Nicholson, yang memimpin pasukan AS dan NATO di Afghanistan mengatakan kepada wartawan di Kabul, pendekatan pada berbagai sektor itu akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

"Akan ada tekanan agama yang diterapkan pada Taliban dengan mengundang para ulama ke Indonesia dan tempat lain untuk menepis pembenaran jihad di Afghanistan," kata Nicholson, merujuk pada ilmuwan Muslim yang punya keahlian hukum Islam, demikian seperti dilaporkan VOA, Selasa (20/3).

Pada bulan Januari, Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, mengusulkan pembentukan komite ulama dari Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan guna membantu menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung di Afghanistan.

Menjelaskan bagian lain dari strategi itu, Nicholson mengatakan, Taliban akan merasakan tekanan sosial ketika warga Afghanistan memilih pemimpin mereka sendiri akhir tahun ini dalam pemilihan parlemen. Sementara, untuk kebijakan Asia Selatan, AS menerapkan tekanan diplomatik pada negara tetangganya, Pakistan agar menggunakan pengaruhnya terhadap Taliban guna melancarkan rekonsiliasi di Afghanistan.

Nicholson mengacu pada meningkatnya jumlah pasukan AS dan kekuatan udara di negara itu, serta penguatan pasukan dan angkatan udara khusus Afghanistan, yang katanya akan menambah tekanan militer terhadap Taliban.

Presiden Ashraf Ghani bulan lalu menawarkan kepada Taliban untuk datang ke meja perundingan dan menghentikan kekerasan dan sebagai imbalannya akan diberi pengakuan politik, pembukaan sebuah kantor di Kabul, pekerjaan, dan fasilitas lainnya. Dia mengatakan tidak ada prasyarat untuk perundingan damai.

Taliban belum menanggapi tawaran itu, yang menimbulkan dugaan, mereka mungkin sedang mempertimbangkannya secara serius. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x