Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 April 2018 | 11:53 WIB
 

Menlu Inggris

Rusia Tetap Bantah Keterlibatan dalam Peracunan

Oleh : - | Selasa, 20 Maret 2018 | 06:26 WIB
Rusia Tetap Bantah Keterlibatan dalam Peracunan
Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Brussels --Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengatakan kepada para menteri luar negeri Uni Eropa dalam pertemuan di Brussels, Senin (19/3) bahwa bantahan Rusia mengenai keterlibatannya dalam peracunan seorang mantan mata-mata Rusia di wilayah Inggris adalah "strategi klasik Rusia untuk menyembunyikan jarum kebenaran dalam tumpukan jerami dengan berbohong dan mengaburkan."

Johnson mengatakan bantahan Rusia yang tetap mengenai keterlibatan dalam penggunaan racun saraf terhadap mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya yang berusia 33 tahun, Yulia, "semakin kabur."

Johnson menambahkan bahwa "para pakar teknis" dari Organisasi Larangan Senjata Kimia datang ke Inggris hari Senin untuk mengambil sampel racun itu.

Sementara sengketa antara Inggris dan Rusia terus meningkat mengenai peracunan Skripal, Kremlin mengumumkan pengusiran 23 orang diplomat Inggris dan kementerian luar negeri Rusia membuat satu teori lagi mengenai asal racun yang digunakan.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut daftar empat negara Eropa sebagai sumber paling mungkin racun saraf Novichok itu yang dikatakan oleh pejabat Inggris digunakan. Yang paling atas dalam daftar itu adalah Inggris sendiri tiga lainnya, Slowakia, Republik Ceko dan Swedia.

Dalam wawancara dengan badan siaran pemerintah Rusia pada malam sebelum pemilihan Presiden di Rusia hari Minggu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova mengemukakan pendapat bahwa ketiga negara, bersama Inggris, telah melakukan penelitian yang gencar mengenai Novichok, tetapi dia tidak memberi bukti tuduhannya.

Menteri Luar Negeri Ceko Martin Stropnicky membantah tuduhan Zakharova, dengan mengatakan "kami menolak pernyataan yang tak berdasar demikian mengenai asal Novichok yang digunakan di Inggris."

Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallstrom mengatakan anggapan bahwa Swedia mempunyai persediaan Novichok adalah "keterlaluan dan sama sekali tidak berdasar." Dia mengatakan, "saya kira mereka sedang berusaha untuk melakukan suatu pengalihan perhatian dari masalah yang sebenarnya." [voa/lat]

Komentar

 
Embed Widget

x