Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 09:40 WIB
 

Kekerasan Seksual Merebak dalam Perang Suriah

Oleh : - | Senin, 19 Maret 2018 | 05:42 WIB
Kekerasan Seksual Merebak dalam Perang Suriah
Perang Suriah - (Foto: News)

INILAHCOM, Jenewa--Komisi Penyelidik PBB mengenai Suriah mengecam kekerasan seksual yang menjadi-jadi yang digunakan pihak-pihak yang berperang di Suriah untuk menanamkan rasa takut di kalangan penduduk sipil, dan untuk menghina serta mempermalukan para korban agar diam.

Penyelidik PBB mendapati kekerasan seksual tersebar luas di kalangan masyarakat Suriah. Tidak ada yang terkecuali. Mereka mengatakan ribuan perempuan dan anak perempuan, laki- laki dan anak laki-laki terus menjadi sasaran kekerasan seksual yang paling merendahkan dan menyakitkan yang dilakukan oleh pasukan pemerintah, milisi bersenjata dan kelompok-kelompok teroris.

Ketua Komisi Penyelidik PBB Paulo Pinheiro, menyebut tindakan brutal ini benar-benar menjijikkan. Tak hanya perempuan dan anak perempuan jadi korban, tapi juga laki-laki dan anak laki-laki.

"Selama tujuh tahun, korban-korban konflik kejam ini berulang kali menegaskan pentingnya pertanggungjawaban atas semua kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan. Tetapi, sangat menjijikkan bahwa pelanggaran SGBV (Seksual, Gender Based Violence) oleh pihak-pihak yang berperang termasuk oleh pasukan pemerintah dan milisi-milisi yang terkait, kelompok bersenjata anti-pemerintah dan organisasi-organisasi teroris dan afiliasi mereka, terus berbuat tanpa dihukum," jelasnya, seperti dikutip dari VOA, Senin (19/3).

Laporan itu berdasar pada kesaksian 454 korban yang selamat, sanak keluarga korban yang selamat, dan para anggota masyarakat yang terkena dampak peristiwa, yang terjadi antara bulan Maret 2011 ketika mulai terjadi pemberontakan dan akhir tahun 2017.

Laporan tersebut menemukan banyak pemerkosaan dan tindak kekerasan seksual lainnya, serangan-serangan yang meluas dan sistematis terhadap penduduk sipil, penyiksaan dan kekejaman yang dilakukan untuk mempermalukan dan menundukkan korban dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan dalam beberapa hal, kejahatan perang. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget

x