Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 April 2018 | 11:50 WIB
 

Banyak Orang Kaya China Bermigrasi ke Luar Negeri

Oleh : Didi Prambadi | Sabtu, 17 Maret 2018 | 12:17 WIB
Banyak Orang Kaya China Bermigrasi ke Luar Negeri
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Beijing - Enam puluh persen milioner China menyusun rencana untuk bermigrasi ke luar negeri, dan membawa serta seluruh kekayaan mereka.

NBC News mengabarkan Jumat (16/3/2018), sepertiga dari mereka yang memiliki kekayaan lebih dari $ 16 juta telah bermigrasi ke luar negeri. "Dan Amerika Serikat merupakan negara pertama yang menjadi favorit mereka," bunyi laporan Hurun, sebuah perusahaan riset kaum berduit di China.

Kota-kota AS yang menjadi sasaran adalah San Francisco, Seattle atau New York. Disusul dengan kota-kota Eropa, lalu Canada, Australia, Singapura dan Hong Kong. Bahkan data terakhir menunjukkan, karena mereka khawatir kekayaannya akan hilang, kaum tajir China itu membawa serta sanak keluarganya ke luar negeri.

Studi sebelumnya menyebutkan, faktor utama yang mendorong para jutawan itu ke luar negeri, agar keturunannya mendapatkan pendidikan yang lebih baik. "Mereka juga ingin melepaskan dari dari polusi udara dan kepadatan penduduk di China," tambah laporan Hurun.

Namun sejumlah analis mengungkapkan, penyebab lain para jutawan pindah ke luar negeri, untuk menyelamatkan harta benda dan kekayaannya. Maklum, Pemerintahan Presiden Xi Jinping tengah menggalakkan pembasmian korupsi. Para orang kaya itu meraih untung luar biasa karena dekat dan punya koneksi dengan pejabat tinggi. "Mereka ingin menyelamatkan asetnya di negara-negara yang tak dapat dijangkau oleh Pemerintahan Beijing," bunyi laporan Hurun.

Menurut WealthInsight, dana yang diparkir di luar oleh kaum kaya China berjumlah $ 658 miliar. Boston Consulting Group menyebut angka sedikit lebih rendah, sekiatr $ 450 miliar. "Tapi dalam tiga tahun ke depan investasi China bakal naik dua kali lipat," tulis grup konsultan itu.

Gara-gara migrasi ini, banyak perusahaan barang mewah mengalami penurunan hingga 15%. Sebuah angka yang cukup tajam dibandingkan lima tahun sebelumnya. Dana untuk membeli hadiah yang semula cukup tinggi, kini merosot 25 persen. Penjualan Bentley Motors juga mengalami kelesuan tahun lalu, dan "Salah satu penyebabnya karena banyaknya orang-orang kaya yang pindah ke luar negeri," bunyi pernyataan dari Bentley Motors.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x