Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 17:14 WIB

Desak Ketegasan Kongres AS

Ribuan Siswa AS Turun ke Jalan

Kamis, 15 Maret 2018 | 06:45 WIB

Berita Terkait

Ribuan Siswa AS Turun ke Jalan
Ribuan siswa dari berbagai sekolah memadati Capitol Hill di Washington DC Rabu (14/3). - (Foto: voa)

INILAH, Washington--Ribuan siswa AS keluar dari ruang-ruang kelas mereka Rabu pagi (14/3), atau Kamis (15/3) WIB memprotes ketidakmampuan Kongres memerangi aksi kekerasan senjata api dengan aturan yang lebih tegas. Ini merupakan aksi terbesar pasca penembakan di sebuah SMA di Parkland, Florida, yang menewaskan 17 orang.

"What do we want? Gun control! When do we want it? Now!"

Itulah tuntutan ribuan siswa yang memadati jalan-jalan di berbagai kota di AS, termasuk di ibukota Washington DC, khususnya di depan Gedung Putih dan Capitol Hill atau gedung Kongres. Dengan membawa poster dan spanduk berukuran besar, para siswa menuntut Kongres agar berani mengambil tindakan lebih tegas dengan merevisi aturan kepemilikan senjata api, guna mencegah terulangnya insiden penembakan di sekolah dan fasilitas publik lainnya.

Eric Lowe, siswa sebuah SMA di Maryland mengatakan meskipun sekolahnya sudah melakukan hal terbaik untuk mengamankan sekolah, ia tetap gugup setiap kali berangkat ke sekolah.

"Sekolah saya melakukan upaya luar biasa (untuk mengamankan siswa) tetapi masih banyak hal yang bisa kita lakukan. Saya merasa gelisah setiap hari. Saya kira merupakan hal yang memalukan bahwa Kongres tidak melakukan apa-apa. Jujur saja, ini menyedihkan! Saya bingung mengapa mereka memperlakukan kami begini," kata Lowe.

Hal senada disampaikan seorang siswa lain dari SMA di Virginia.

"Sejujurnya sangat mengecewakan melihat mereka (Kongres.red) gagal bertindak. Bukan pertama kali insiden penembakan terjadi. Ada penembakan di Columbine, Sandy Hook, Las Vegas dan kini di Parkland. Begitu banyak penembakan terjadi dan kami menuntut perubahan sekarang juga. Kegagalan Kongres untuk melakukan sesuatu, sangat mengecewakan," ujar Omar Faruki.

Satu minggu pasca penembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, 14 Februari lalu, yang menewaskan 17 orang; Presiden Donald Trump sempat mengatakan akan mendukung peningkatan batas usia kepemilikan senjata api dari 18 tahun menjadi 21 tahun. Tetapi sikapnya berubah setelah usulan itu ditentang Asosiasi Senjata Api Amerika NRA, yang juga merupakan salah satu kelompok lobby paling kuat di AS. Trump, lewat Menteri Pendidikan Betsy DeVos, bahkan menyerukan untuk mempersenjatai guru dan pegawai administrasi di sekolah. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x