Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Oktober 2018 | 04:20 WIB

Ribuan Sepatu Digelar di Beranda Gedung Parlemen

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 14 Maret 2018 | 11:45 WIB

Berita Terkait

Ribuan Sepatu Digelar di Beranda Gedung Parlemen
(Foto: onenewspage)

INILAHCOM, Washington DC - Tujuh ribu pasang sepatu diletakkan rapi di beranda depan gedung parlemen AS di Washington DC untuk menandai anak-anak yang tewas menjadi korban senjata api.

CNN mengabarkan Selasa (13/3/2018), inisiatif meletakkan ribuan sepatu itu di depan Capitol Hill itu berasal dari Grup Avaaz, kelompok advokasi global. Mereka meletakkan sepatu yang terbagi dalam 80 baris, bersamaan waktunya para anggota Kongres membahas aksi kekerasan dan keamanan sekolah. "Sepatu mewakili setiap individu dan personal. Ada sepatu balet, sepatu kets dan roller skates," tutur Nell Greenberg, Direktur Kampanye Avaaz.

Angka 7 ribu didapat dari laporan Akademi Pediatrik Amerika yang menggunakan data dari Pusat Pengendalian dan Perlindungan Penyakit. Kedua badan akademis ini menemukan 1.300 bocah tewas terkena tembakan setiap tahun di AS. Termasuk para korban penembakan Taman Kanak-kanak Sandy Hook dan SLTA di Parkland, Florida Februari lalu.

Ribuan sepatu itu disumbangkan oleh orang tua para remaja yang menjadi korban senjata api. Di antaranya Tom Mauser, yang kehilangan putranya dalam penembakan di SLTA Columbine pada 1999. "Anak saya memakai sepatu yang ukurannya sama dengan saya. Baru saya tahu setelah dia meninggal dunia," kata Mauser yang sengaja datang ke Washington DC dari Colorado. Sejumlah selebritas seperti komedian Bette Midler dan Chelsea Handler juga tampak menata sepatu di lapangan hijau.

Sementara itu, para anggota Kongres AS tengah melakukan pemungutan suara untuk menyusun UU baru yang intinya meningkatkan keamanan di sekolah. Banyak anggota demokrat kecewa, karena dalam RUU yang baru disusun itu, tidak mencantumkan aturan dan pengendalian penggunaan senjata api.

Anggota Senat AS juga melakukan dengar pendapat mengenai kasus penembakan di Parkland, Florida, Rabu (14/3/2018). Termasuk membicarakan kegagalan para petugas FBI dan keamanan memberi peringatan sebelum penembakan terjadi.

Komentar

Embed Widget
x