Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 14:13 WIB

Cina Siapkan Perang Dagang dengan AS

Minggu, 11 Maret 2018 | 08:26 WIB

Berita Terkait

Cina Siapkan Perang Dagang dengan AS
Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Beijing--Asosiasi pengusaha baja dan alumunium di Cina mendesak pemerintah mereka menyiapkan kebijakan balasan melalui retaliasi atas barang impor AS, antara lain batu bara, produk pertanian dan elektronik.

Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi, menyebut AS dan negaranya sepatutnya menjadi mitra, bukan musuh dalam perdagangan.

Presiden AS Donald Trump hari Kamis (8/3), atau Jumat (9/3) WIB menandatangani peraturan pengenaan bea impor sebesar 25 persen untuk baja dan 10 persen untuk aluminium. Bea impor itu akan mulai berlaku dalam 15 hari. Penandatanganan itu dilakukan di Gedung Putih dan disaksikan sejumlah pekerja dari dua industri tersebut.

Cina menyebut kebijakan itu adalah serangan serius bagi perdagangan dunia yang memicu perang dagang.

Aturan yang diteken Trump itu berlaku untuk seluruh negara, kecuali Kanada dan Meksiko yang sedang bernegoisasi dengan AS terkait Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara NAFTA.

Trump yakin tarif baru itu akan menggenjot industri dalam negeri AS yang selama ini disebutnya menderita akibat ketimpangan perdagangan.

Merujuk data Kementerian Perdagangan AS, pengimpor aluminium terbesar ke negara Paman Sam adalah Kanada dan Uni Eropa, disusul Korea Selatan, Meksiko, dan Brasil, berada di peringkat selanjutnya.

Adapun Cina dan Rusia merupakan pengekspor aluminium terbesar ke-8 dan ke-9 ke AS.

Komisioner Perdagangan Uni Eropa, Cecilia Malmstroem, menyebut sebagai sekutu dekat negara-negara Uni Eropa harus dikecualikan dari kebijakan itu.

Korea Selatan berencana membawa masalah itu ke forum Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Perang dagang yang muncul akibat kebijakan Trump ini, menurut Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde, tidak akan menguntungkan pihak manapun.

Lagarde berkata, perang dagang itu justru berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi global. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x