Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 19:31 WIB

Rasialisme Muncul Jelang Pemilu Malaysia Agustus

Oleh : Didi Prambadi | Sabtu, 10 Maret 2018 | 13:33 WIB

Berita Terkait

Rasialisme Muncul Jelang Pemilu Malaysia Agustus
(Foto: Malaysia Impact)

INILAHCOM, Kuala Lumpur - Suhu politik menjelang pemilu Agustus 2018 makin panas dengan munculnya isu rasialisme setelah penguasa Malaysia, pendukung penguasa menuduh Robert Kuok, Taipan China mendukung oposisi.

Kantor Berita Reuters mengabarkan Jumat (9/3/2018), Robert Kuok, miliuner Malaysia yang tinggal di Hong Kong itu dituduh mendukung oposisi untuk menggulingkan Pemerintahan Najib Razak yang didukung Partai UMNO. Tuduhan itu menyebabkan warga China dan Melayu di Malaysia saling curiga dan melemparkan tuduhan.

Ketegangan itu baru mereda setelah Robert Kuok, orang kaya Malaysia itu mengancam hendak menggugat situs pendukung UMNO yang mengobarkan kebencian dan memfitnahnya. PM Najib Razak pun berusaha memadamkan ketegangan itu dan meminta agar warga Melayu tidak terpancing isu-isu negatif.

"Kuok adalah pengusaha sukses yang memiliki nasionalisme tinggi pada Malaysia," tutur Eric Hun di sebuah kedai teh di Kuala Lumpur. "Komentar negatif bakal menyudutkan Robert Kuok, dan memenangkan UMNO di kampung," lanjut Eric.

Sementara itu, Asosiasi China Malaysia, MCA menuntut agar para pemimpin Malaysia meminta maaf atas perlakuannya terhadap Robert Kuok. Pengusaha yang dikenal Sugar King of Asia itu menjadi orang terkaya Malaysia karena menguasai sejumlah bisnis. Termasuk jaringan hotel internasional Shangrila, perkebunan sawit, properti dan usaha hiburan. "Sekarang kami berada di pojok, sedangkan pemerintah berada di sisi ekstrim kanan dan oposisi di ekstrim kiri," kata Kong Len Wei, pemimpin pemuda MCA.

Partai oposisi yang dipimpin Partai Aksi Demokratik DAP, yang pendukungnya warga China Malaysia juga minta agar retorika rasial segera diakhiri. "Insiden yang dialami Robert Kuok bukanlah kasus terisolasi," tutur Liew Chin Tong, Direktur Pendidikan Politik Nasional DAP.

Menurutnya, "Kasus ini merupakan contoh lain, di mana para pendukung UMNO menciptakan ketakutan di antara warga Malaysia dengan tujuan mengkonsolidasi kekuatan Malaysia untuk mendukung UMNO," tambah Liew Chin Tong.

Komentar

Embed Widget
x