Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Juni 2018 | 18:14 WIB
 

Wanita Iran Batal Rayakan Hari Wanita Sedunia

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 9 Maret 2018 | 11:31 WIB
Wanita Iran Batal Rayakan Hari Wanita Sedunia
(Foto: The Guardian)

INILAHCOM, Teheran - Kaum wanita Iran batal melakukan gerak jalan tanpa hijab untuk memperingati Hari Wanita Sedunia, Kamis (8/3/2018), setelah pemerintah setempat menurunkan ratusan polisi di setiap sudut Teheran.

The Washington Post melaporkan, hanya belasan perempuan yang nekad melepaskan kerudung kepalanya, di lorong-lorong sempit Teheran. Sebaliknya, Pemimpin Spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei menandai hari bersejarah itu dengan mengeluarkan pernyataan tajam. Lewat Twitternya Khamenei mengecam cara berpakaian wanita Barat dan mengelu-elukan pemakaian hijab.

"Dengan mempromosikan kesederhanaan hijab, Islam menutup jalan bagi wanita ke gaya hidup yang menyimpang," tulis Khamenei. Karena itu, Khamenei menyerukan "Wahai kaum wanita Iran, nyatakan kemerdekaan kalian ke seluruh dunia dengan mempertahankan hijab," tulis Khamenei dalam bahasa Inggris.

Seruan itu menyebabkan beberapa wanita Iran merasa tertekan. "Saya stress berat!" tutur seorang wanita bernama Azadeh. "Di saat bersamaan, saya merasa tidak lagi lemah, tapi banyak orang tidak lagi terbiasa melihat wanita tanpa kerudung," kata Azadeh. Banyak orang yang lalu lalang memotretnya dan buru-buru meminta agar melarikan diri karena takut ditangkap polisi.

Kewajiban mengenakan hijab, diterapkan sejak Revolusi Iran lahir pada 1979 lalu. Ayatollah Khomeini mengeluarkan perintah agar kaum wanita mengenakan kerudung kepala. Puluhan ribu wanita Iran sempat melakukan protes atas aturan itu, namun mereka gagal. Baru Desember 2017 silam, seorang wanita bernama Vida Movaded nekad melepaskan hijabnya dan berdiri di atas tembok, sehingga fotonya sangat dikenal di dunia. Bahkan, Narges Hosseini, dihukum dua tahun penjara karena melakukan protes anti-hijab.

Meski begitu, Azadeh tetap optimistis. Menurutnya, "Aksi protes melepas hijab menandai sebuah titik balik, meski tak tahu sampai sejauh mana saya melangkah," kata Azadeh yang namanya dalam berarti Aku yang bebas dalam bahasa Farsi. "Saya tahu, banyak kaum wanita yang seperti saya, dan tak akan kembali lagi," lanjutnya.

Tags

Komentar

 
x