Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 17:30 WIB

Agen Rusia Diracun, Inggris Ancam Bereaksi Keras

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 8 Maret 2018 | 11:45 WIB

Berita Terkait

Agen Rusia Diracun, Inggris Ancam Bereaksi Keras
Sergei Skripal - (Foto: Business Insider)

INILAHCOM, London - Pihak kepolisian Inggris Scotland Yard memastikan bahwa Sergei Skripal, mantan agen rahasia Rusia yang melarikan diri ke Inggris, dan Yulia, putrinya, terbunuh racun mengandung radioaktif. Sementara Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson akan mengeluarkan reaksi keras bila ditemukan bukti kuat bahwa Rusia berada di balik peristiwa ini.

BBC News mengabarkan Rabu (7/3/2018), Mark Rowley, asisten komisioner polisi London menjelaskan, pihaknya tengah meneliti racun apa yang digunakan. "Kasus ini dianggap sebagai kasus pembunuhan," kata Rowley. "Kami pastikan juga, dua orang menjadi sasaran pembunuhan itu," sambung Rowley. Sementara itu, dua petugas polisi yang tiba di lokasi pembunuhan mengalami gejala yang sama dan kini dirawat di rumah sakit.

Dugaan keras menyebutkan, Sergei Skripal dihabisi karena dinilai berkhianat setelah memberikan informasi penting tentang Rusia kepada agen rahasia Inggris M16. Termasuk di antaranya memberikan daftar nama agen rahasia atau mata-mata Rusia di Inggris.

Sergei Skripal, 66 dan putrinya ditemukan jatuh tersungkur di atas bangku di luar pusat perbelanjaan St. Maltings, Inggris. Kedua korban terkena racun mematikan antara pukul 13.00 atau 16.00 waktu setempat, saat makan siang di kafe Zizzi atau minum-minum di Bar Bishops Mill Pub. Pihak Scotland Yard juga tengah memeriksa tempat tinggal Skripal di Salisbury. Sebuah tenda kuning didirikan polisi dan petugas tampak lalu lalang membawa perlengkapan.

Penyelidikan sementara menyebutkan, racun yang digunakan itu sama jenisnya dengan racun yang digunakan dalam pembunuhan Alexander Litvinenko. Aktivis dan tokoh oposisi Rusia itu terbunuh pada 2006, dan diduga keras pembunuhan itu atas perintah Presiden Rusia Vladimir Putin. Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson mengungkap pada parlemen, Inggris akan mengeluarkan reaksi keras bila ditemukan bukti kuat bahwa Rusia berada di balik peristiwa ini.

Pemerintah Rusia bersikeras tidak memiliki informasi apapun tentang kejadian itu. Namun tetap membuka diri untuk membantu Pemerintah London mengungkap kasus tersebut. "Ini upaya kampanye tradisional yang direkayasa. Kami melihatnya sebagai sebuah provokasi belaka," kata Maria Zakharova, jurubicara kementerian luar negeri Rusia.

Komentar

Embed Widget
x