Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 15 Oktober 2018 | 19:49 WIB

Putin: Rusia Tidak Akan Ekstradisi Warganya ke AS

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 7 Maret 2018 | 13:25 WIB

Berita Terkait

Putin: Rusia Tidak Akan Ekstradisi Warganya ke AS
Presiden Vladimir Putin - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Moskow - Pemerintah Moskow tidak akan mengekstradisi 13 warga Rusia yang dituduh terlibat ikut campur dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 lalu.

Fox News mengabarkan Selasa (6/3/2018), hal itu ditegaskan oleh Presiden Vladimir Putin. "Tidak Pernah. Tidak akan pernah. Rusia tidak akan mengesktradisi warganegaranya ke siapapun," kata pemimpin Rusia itu menegaskan. Ke-13 nama warga Rusia itu tercantum dalam 37 tuduhan Dewan Khusus AS, Robert Mueller bulan lalu. Mereka dituduh bekerja dalam jaringan Internet Research Agency, dan menggunakan akun palsu di Facebook untuk menyebarkan berita-berita yang memojokkan Hillary Clinton agar Donald Trump maju sebagai pemenang.

Dalam penjelasannya itu, Presiden Putin juga menyatakan bahwa pemerintahnya tidak mempunyai banyak informasi tentang tuduhan Mueller itu. Menurut Putin, AS seharusnya memberikan materi dan data spesifik sehingga Rusia dapat melihat dan membicarakan hal itu. Meski begitu, Putin yakin bahwa "Mereka tidak melakukan campur tangan seperti yang dituduhkan AS," kata Putin. "Saya tahu, mereka bukan mewakili Pemerintah Rusia," ujar Putin. "Saya tidak tahu apa yang sebenarnya mereka lakukan," sambungnya.

Sementara itu Andrew P. Napolitano, analis hukum Fox News menuduh komunitas intelijen AS juga melakukan hal yang sama ke negara-negara lain. "Mereka juga melakukan hal sama. Saya kira tuduhan tidak akan bisa dibuktikan, dan ke-13 warga Rusia itu juga tidak bakal ke mana-mana," kata Andrew Napolitano dalam wawancara Fox, jaringan televisi AS pendukung kelompok konservatif dan Partai Republik, yang dikenal menjadi corong Pemerintahan Presiden Trump. Apalagi, AS dan Rusia tidak memiliki perjanjian ekstradisi.

Komentar

Embed Widget
x