Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 18:14 WIB

Hubungan Australia-Cina Hadapi Masa Sulit

Selasa, 6 Maret 2018 | 07:45 WIB

Berita Terkait

Hubungan Australia-Cina Hadapi Masa Sulit
PM Malcolm Turnbull - (Foto: theconversation)

INILAHCOM, Canberra -- Seorang diplomat senior Australia mengakui hubungan negaranya dengan mitra dagang terbesarnya, Cina, sedang mengalami masa-masa yang sulit. Komentar terus-terang dari kepala bidang perdagangan Departemen Luar Negeri Australia itu muncul dalam sidang parlemen di Canberra.

Hubungan antara Australia dan Cina jarang tanpa masalah atau ketegangan. Dalam beberapa bulan terakhir, Australia mengadakan perombakan besar-besaran UU intelijennya untuk mengatasi campur tangan asing dalam politik dalam negerinya.

Walaupun Perdana Menteri Malcolm Turnbull berbicara tentang "laporan yang meresahkan tentang pengaruh Cina" di Australia, dia menegaskan, perombakan UU intelijen itu tidak ditujukan pada satu negara tertentu. Namun, Cina bereaksi tidak senang dan mengatakan, tidak berniat mencampuri urusan dalam negeri Australia.

Kepala bidang perdagangan Departemen Luar Negeri Australia, Frances Adamson mengatakan, hubungan bilateral seringkali diwarnai dengan percekcokan.

"Dalam hubungan kami dengan Cina, ada masanya ketika Cina tidak sepenuhnya sepakat dengan segala hal yang mungkin ingin kami lakukan untuk kepentingan nasional kami. Penting bagi kami untuk menegaskan hal itu," kata Adamson.

Ketegangan lain adalah mengenai Laut Cina Selatan. Australia selalu mendorong kebebasan berlayar di perairan internasional di jalur air yang strategis itu.

Namun Cina mengklaim kedaulatan atas sebagian besar Laut Cina Selatan, termasuk sekelompok pulau-pulau kecil, dan secara langsung menantang klaim wilayah negara tetangganya, Malaysia, Vietnam, Filipina dan Taiwan.

Menteri Pertahanan Australia, Marise Payne mengatakan, Australia akan terus menegaskan haknya di wilayah itu.

"Dalam 12-18 bulan terakhir, kami telah meningkatkan kegiatan di kawasan ini, dan tahun lalu Pasukan Pertahanan Australia melakukan latihan angkatan laut terbesar yang pernah kami lakukan di wilayah itu," ujar Payne.

Australia harus meniti jalur diplomatik yang rawan antara Cina, mitra dagang terbesarnya, hubungan yang mendukung kemakmuran Australia belakangan ini, dan aliansi militernya yang sudah berlangsung lama dengan Amerika sejak awal 1950-an. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x