Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 20:09 WIB

Trump akan Naikkan Tarif Impor Baja, Aluminum

Senin, 5 Maret 2018 | 14:31 WIB

Berita Terkait

Trump akan Naikkan Tarif Impor Baja, Aluminum
Presiden AS Donald Trump - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Washington -- Presiden AS Donald Trump telah berbicara dengan sejumlah pemimpin dunia tentang kenaikan tarif baja dan alumunium, tetapi belum memiliki rencana pembebasan tarif.

Menteri Perdagangan Wilbur Ross mengatakan ia tidak akan mengesampingkan prospek itu. Dalam sebuah acara di televisi AS, Ross berusaha meredam dampak global pengumuman kenaikan tarif yang disampaikan Trump hari Kamis lalu (1/3).

Trump mengatakan AS akan memberlakukan kenaikan tarif impor baja sebesar 25% dan impor aluminum sebesar 10% pekan ini untuk melindungi produsen di dalam negeri.

Ross mengatakan Trump telah mengadakan pembicaraan dengan sejumlah pemimpin dunia pasca pengumuman yang mengejutkan mitra-mitra dagang AS, termasuk kekhawatiran para pemimpin industri AS dan menimbulkan kepanikan di pasar saham.

Tidak ada indikasi Trump sedang mempertimbangkan untuk menurunkan tarif itu atau memberikan pengecualian pada negara apapun, ujar Ross.

Sejumlah menteri dari seluruh dunia telah menghubungi Trump dan pejabat-pejabat pemerintahan Trump--termasuk Ross--dan mengisyaratkan upaya di belakang layar yang intensif untuk mengubah sikap Presiden Trump.

Ross memang tidak mengesampingkan kemungkinan itu. "Kita harus menunggu hal ini. Saya tahu banyak menteri dari berbagai negara yang telah berbicara dengan presiden. Mereka juga bicara dengan saya. Mereka kemudian bicara satu sama lain," ujar Ross dalam program "Meet the Press" di NBC. "Kita tunggu saja. Presiden akan menyampaikan keputusannya."

Ross mengecilkan dampak kenaikan tarif yang disulkan itu terhadap perekonomian AS, dengan mengatakan hal itu hanya mencapai 1% dari perekonomian. "Jadi jika mengatakan bahwa kenaikan ini akan menghancurkan lapangan pekerjaan, meningkatkan harga dan menimbulkan kerugian; ini salah!," ujar Ross dalam program "This Week" di stasiun televisi ABC.

Ross menampik ancaman pembalasan Uni Eropa untuk mengenakan tarif terhadap produk-produk unggulan AS, termasuk motor Harley Davidson, bourbon dan jeans Levis; yang, menurutnya, hanya bernilai sekitar US$3 miliar.

Trump hari Sabtu (3/3) mengancam akan mengenakan pajak impor terhadap mobil buatan Eropa jika Uni Eropa melakukan pembalasan.

Sementara itu, sejumlah mitra Trump di Partai Republik, termasuk beberapa pemimpin Kongres, menyerukan kepadanya untuk menahan kenaikan tarif tersebut. CEO Business Roundtable yang juga mantan kepala staf era Presiden George Walker Bush, Josh Bolten dalam program "Fox News Sunday" di stasiun televisi FOX, sebagai "kesalahan sangat besar."

"Hal ini akan menimbulkan kerugian sangat besar di seluruh sektor ekonomi. Anda mungkin bisa memberi sedikit manfaat bagi industri baja dan alumunium. Tetapi Anda akan menimbulkan kerugian di sejumlah industri utama lain," kata Bolten.

Bolten mengatakan ia setuju bahwa kelebihan produksi baja oleh Cina telah merugikan produsen baja dan lapangan pekerjaan di AS. Namun menegaskan bahwa usul kenaikan tarif Trump itu tidak akan mengatasi masalah karena Cina hanya menyumbang 2% saja bagi impor baja di AS. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x