Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Juli 2018 | 01:33 WIB
 

Trump Calonkan Tokoh Penerima Nobel Diduga Palsu

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 1 Maret 2018 | 12:49 WIB
Trump Calonkan Tokoh Penerima Nobel Diduga Palsu
(Foto: enstarz)

INILAHCOM, Oslo - Seorang warga AS yang dinominasikan oleh Presiden Trump sebagai penerima hadiah Nobel diduga kuat palsu.

The New York Times mengabarkan Rabu (28/2/2018), Komite Nobel Norwegia yang memberkan penghargaan itu, menemukan indikasi kuat tentang hal itu. Komite ini kemudian mengirimkan nama calon peraih Nobel itu ke Kepolisian Norwegia untuk diselidiki. Mereka juga akan bekerjasama dengan FBI untuk mengusut kasus ini.

Olav Njolstad, sekretaris tim penyeleksi Nobel yang terdiri dari lima orang, mengungkapkan bahwa nama warga AS yang dicalonkan Presiden Trump juga pernah dicalonkan tahun lalu. Nama itu juga telah dikirim ke pihak FBI dan Kepolisian Norwegia untuk diselidiki. "Kami telah menyelidiki para calon peraih Nobel secara teliti, dan menemukan nama satu orang yang cukup meragukan," kata Olav Njolstad, tanpa mengungkap nama calon dari AS itu.

Tercatat ada 329 kandidat yang dicalonkan sebagai penerima Hadiah Nobel tahun ini. Mereka terdiri dari perorangan dan 112 organisasi dunia, yang akan diumumkan pemenangnya pada bulan Oktober mendatang. Identitas para kandidat masih dirahasiakan dan akan tersimpan selama 50 tahun lamanya. Para kandidat penerima Nobel, bisa terdiri dari kepala negara, menteri, sejumlah institut, bidang hukum, teologi dan lainnya.

Empat presiden AS pernah menerima Penghargaan Nobel. Di antaranya Presiden Barrack Obama yang menerima penghargaan Nobel pada 2009 dan Presiden Jimmy Carter pada 2002. Sedangkan penerima Nobel dari China adalah Liu Xiaobo, tokoh oposisi dan pelarian politik, sehingga menyebabkan hubungan Norwegia dan China mengalami ketegangan.

Sejak 1901, ada 131 tokoh yang diakui sebagai penerima Hadiah Nobel dan berada dalam tahanan penguasa. Satu di antaranya adalah Le Duc Tho dari Vietnam Utara yang menolak menerima Nobel pada tahun 1973. Lalu ada Aung San Suu Kyi yang kala itu ditahan Pemerintah Myanmar dan Carl von Ossietsky, wartawan dan tokoh pembela Pasifik dari Jerman yang dikenai tahanan rumah.

Tags

Komentar

Embed Widget

x