Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 21 Mei 2018 | 18:13 WIB
 

Kekerasan Senjata, Karya Seniman Kuba Jadi Viral

Oleh : Tatzuar Amir | Rabu, 28 Februari 2018 | 14:55 WIB
Kekerasan Senjata, Karya Seniman Kuba Jadi Viral
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Kritik dan penentangan terhadap aturan kepemilikan senjata di Amerika Serikat semakin meningkat. Karya lama seorang seniman Kuba pun kemudian menjadi viral.

Permintaan untuk meninjau kembali aturan kepemilikan senjata di Amerika Serikat memang makin menguat semenjaktragedi penembakan maut di SMA MarjoryStoneman Douglas pada 14 Februari 2018 yang menewaskan sedikitnya 17 orang. Kejadian tersebut memang bukan yang pertama dan terakhir kalinya.

Menukil situs abc15.com, hanya selama dua bulan berjalannya tahun 2018 telah terjadi 34 penembakan masal. Sementara di 2017, terdapat total 346 penembakan masal di Amerika Serikat.

Tidak heran bila protes terhadap aturan kepemilikan senjata api marak dilakukan dalam berbagai bentuk, termasuk lewat seni. Salah satu yang beberapa jam belakangan menjadi viral adalah instalasi seni karya seorang seniman Kuba, Erik Ravelo.

Karya Erik Ravelo yang diberi judul "U.S.A" itu sebenarnya karya lama yang pernah dipublikasikan pada 2013. Instalasi seni tersebut menampilkan seorang anak perempuan yang memakai seragam sekolah memunggungi dan menempel di punggung seorang lelaki dewasa yang menghadap tembok.

Si anak perempuan tersebut berpose sepertisedang disalib, sementara si pria dewasa yang memakai jaket warna merah menyala merentangkan kedua tangannya sambil memegang dua pucuk pistol. Pesan instalasi seni Erik semakin kuat karena di samping lelaki dewasa itu juga terdapat senapan laras panjang otomatis dan peluru-peluru yang berserakan di bawahnya.

"U.S.A" karya Erik kembali dibicarakan, setelah beberapa selebriti dunia seperti Alyssa Milano dan mantan vokalis Savage Garden, Darren Hayes, mengunggah kembali foto instalasi itu.

"U.S.A by artist Erik Ravelo. My God what have we become?", cuit @Alyssa_milano di unggahan yang kemudian di-retweet lebih dari 2ribu kali.

Erik Ravelo yang terkenal karena kampanye UnHate untuk United Colors of Benetton itu, menyebut karya instalasi "U.S.A" sebagai bagian dari kampanye bertajuk "Los Intocables" atau "Yang Tak Tersentuh".

U.S.A hanyalah satu dari enam foto yang menampilkan perwakilan anak dari enam negara. Masing-masing anak merepresentasikan isu sosial yang terjadi di negara mereka masing-masing, isu sosial yang menimbulkan korban anak-anak.

Lewat situs resmi pribadinya, Erik mengatakan bahwa keputusannya untuk menampilkan sosok anak-anak di karyanya karena hak anak-anak haruslah dilindungi.

Selain U.S.A yang mengangkat isu senjata api, ada juga "Thailand" (isu bisnis pedofilia), Brazil (isu penjualan organ tubuh anak-anak), Jepang (isu pencemaran bahan kimia), Fast Food (isu makanan cepat saji dan obesitas anak), Syiria (isu teroris berkedok agama) dan Priest (isu praktik pedofilia di kalangan pastur).

Saat pertama kali diunggah ke Facebook pada tahun 2013, karya Erik itu sempat menjadi viral dan meraih lebih dari 18ribu "likes, sebelum akhirnya disensor dan ditarik oleh Facebook karena dinilai kontroversial, menampilkan sosok anak-anak.

Oleh karena itu, wajah setiap anak di foto instalasi Erik tersebut akhirnya diburamkan.

Menukil situs Huffington Post yang sempat mewawancarai Erik di tahun 2013, pria Kuba itu mengatakan bahwa dia tidak tertarik untuk melawan sensor online. "Saya tidak tertarik untuk melawan, saya lebih tertarik untuk mempromosikan karya-karya saya, " jelasnya.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x