Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 04:33 WIB
 

Tak Ada Akses Penting Lagi Kushner ke Gedung Putih

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 28 Februari 2018 | 13:31 WIB
Tak Ada Akses Penting Lagi Kushner ke Gedung Putih
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Washington DC - Jared Kushner, penasehat senior dan menantu Presiden Donald Trump tidak lagi dapat mengakses informasi rahasia di Gedung Putih.

CNN mengabarkan Selasa (27/2/2018), hal itu terjadi setelah Kepala Staf Gedung Putih, Jenderal John Kelly mengubah sistem keamanan di kantor kepresidenan AS, pekan lalu. Dalam memonya yang beredar 16 Februari lalu, John Kelly menyatakan pejabat Gedung Putih yang telah menjalani pemeriksaan intern sejak Juni lalu, tidak lagi bisa mengakses informasi penting untuk sementara ini. Termasuk informasi sensitif mengenai kebijaksanaan luar negeri Presiden Trump.

Dengan demikian Jared Kushner dan belasan pembantu presiden Trump dilarang mengakses beberapa informasi penting. Di antaranya brifieng harian yang diberikan penasehat dan pejabat militer AS kepada Trump. Juga kumpulan materi sangat rahasia yang dipersiapkan setiap hari oleh kepala staf angkatan bersenjata AS.

Gedung Putih menolak merinci apa status Jared Kushner selanjutnya. "Pak Kushner telah berbuat lebih banyak dibanding yang diharapkan dalam proses ini," tutur Abbe Lowell. Kuasa hukum Kushner ini juga menambahkan, "Para pejabat yang terlibat dalam keputusan ini, menegaskan lagi bahwa kegaitan belasan orang setingkat Jared Kushner juga akan dibekukan. Tapi tidak berdampak pada kemampuan Jared Kushner melakukan tugas-tugas penting yang diperintahkan Presiden Trump," lanjut Abbe Lowell.

Sejumlah pejabat Gedung Putih dikabarkan telah membantu upaya Jared Kushner untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Termasuk masalah Timur Tengah dan China. Sementara itu, mereka juga khawatir bahwa campur tangan pribadi Trump akan menimbulkan masalah antara West Wing, ruang kerja Trump dengan Kepala Staf Gedung Putih, Jenderal John Kelly.

Pembekuan mendapatkan akses pada informasi penting, dilakukan John Kelly, setelah kasus Rob Porter muncul bulan lalu. Rob Porter, diberhentikan dari jabatannya sebagai Staf Gedung setelah terungkap bahwa ia pernah terlibat kasus kekerasan rumah tangga terhadap dua mantan istrinya.

Komentar

 
x