Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 10:52 WIB

Pemerintah Mesir Serukan Radio dan TV BBC Diboikot

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 28 Februari 2018 | 13:00 WIB

Berita Terkait

Pemerintah Mesir Serukan Radio dan TV BBC Diboikot
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Mesir - Pusat Pemberitaan Pemerintah Mesir menyerukan kepada seluruh pejabat dan tokoh penting Mesir untuk memboikot British Broadcasting Corporation, BBC karena menyiarkan berita bohong.

Kantor berita Reuters mengabarkan Selasa (27/2/2018), Pusat Layanan Informasi Negara Mesir, SIS meminta "Para pejabat dan tokoh masyarakat untuk memboikot wawancara dan bertemu dengan koresponden atau editor BBC, sampai pusat siaran Inggris itu minta maaf secara resmi," bunyi pernyataan SIS. Selain itu, SIS juga menuntut agar BBC menyiarkan pernyataan yang isinya membantah kesalahan berita yang menyiarkan situasi di Mesir.

Tuntutan itu dikeluarkan, setelah BBC menurunkan laporan dokumentasi dan ringkasan kasus hilangnya sejumlah orang. Selain itu, laporan itu juga mengungkapkan penyiksaan yang dilakukan anggota keamanan Mesir sejak Presiden Abdel Fattah al-Sisi berkuasa tahun 2014 lalu. Laporan yang disiarkan BBC, beberapa pekan sebelum Pilpres Mesir yang diperkirakan akan dimenangkan oleh Abdel Fattah al-Sisi. Maklum, sejumlah tokoh oposisi dilarang berkampanye dan penentang al-Sisi dipenjara.

Laporan itu mengundang kritik setelah menampilkan seorang perempuan muda yang bercerita pernah dihilangkan oleh petugas keamanan Mesir. Namun belakangan, entah karena takut, perempuan itu membantah cerita yang pernah disiarkan BBC itu saat diundang di acara bincang-bincang tengah malam, Senin kemarin.

Namun permintaan itu ditolak pihak BBC yang menyatakan bahwa pihaknya mengerti tentang laporan dokumentasi BBC yang ditayangkan di televisi Mesir. "Kami juga mendengar pernyataan Kepala Pusat Informasi Mesir. Tapi kami tetap berpegang pada integritas tim laporan kami," tutur seorang juru bicaranya.

Entah apa lagi tindakan Pemerintah Kairo mendatang. Kelompok pembela HAM mengakui banyak terjadi penangkapan terhadap sejumlah tokoh oposisi menjelang Pilpres pada 26-28 Maret mendatang. Pemerintahan Presiden Abdel Fattah al-Sisi juga memberangus sejumlah portal berita sejak Mei lalu.

Awal bulan lalu, Abd al-Moniem Abu al-Fotouh, tokoh oposisi kondang Mesir ditangkap setelah memberikan wawancara dengan jaringan televisi Al Jazeera. Abu al-Fotouh yang pernah menjadi kandidat presiden tahun 2012 dan kini menjabat Ketua Partai Kuat Mesir itu, tidak ketahuan nasibnya.

Komentar

Embed Widget
x