Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Juni 2018 | 18:16 WIB
 

Buntut Penembakan di SMA Florida

Ramai-ramai Stop Kerja dengan Asosiasi Senjata

Oleh : - | Minggu, 25 Februari 2018 | 17:09 WIB
Ramai-ramai Stop Kerja dengan Asosiasi Senjata
Para pelajar di Florida berunjukrasa setelah penembakan brutal. - (Foto: independent)

INILAHCOM, Jakarta -- Penembakan brutal di SMA Marjory Stoneman Douglas, Florida, AS, yang menewaskan 17 orang beberapa hari lalu, berbuntut panjang. Sejumlah perusahaan AS memutuskan kerja sama dengan Asosiasi Senjata Nasional NRA.

Hari Sabtu (24/2), atau Minggu (25/2) WIB, dua perusahaan penerbangan AS, United dan Delta menambah panjang daftar perusahaan yang menghentikan kerja sama dengan NRA. Maskapai United dan Delta mengumumkan bahwa mereka memutuskan untuk tak lagi memberikan potongan harga bagi anggota NRA. Kedua perusahaan ini menerbangkan lebih dari 300 juta penumpang setiap tahunnya.

Pembunuhan yang menewaskan 17 orang di Florida itu memicu debat pengendalian senjata di AS. Para siswa yang menjadi penyintas dalam insiden penembakan di sekolah memainkan peranan penting dalam desakan perubahan peraturan tentang senjata di AS.

Sejumlah perusahaan yang terkait dengan lobi senjata AS menghadapi seruan boikot.

Aktivis membanjiri perusahaan mitra NRA dengan komentar di media sosial dengan tagar #BoycottNRA.

Selain United dan Delta, perusahaan lain lain yang memutuskan hubungan dengan NRA, yakni:

  • Enterprise Holdings, yang memiliki merek rental mobil Alamo, Enterprise and National, mengatakan diskon ditawarkan bagi anggota NRA akan berakhir pada 26 Maret mendatang.
  • Perusahaan rental mobil lainnya, Hertz, juga mengatakan akan menyudahi diskon bagi anggota NRA.
  • Keluarga - pemilik First National Bank of Omaha mengatakan tidak akan memperbaharui kartu kredit dengan merk NRA, dengan menyebutkan alasan karena "masukan dari konsumen".
  • Perusahaan asuransi Chubb mengatakan telah menghentikan pertanggungan kebijakan asuransi merk-NRA tiga bulan yang lalu.
  • Perusahaan piranti lunak Symantec mengatakan telah menghentikan program diskon dengan NRA.
  • Dua perusahaan yang melayani jasa pemindahan, Allied Van Lines dan NorthAmerican Van Lines, mengakhiri hubungan afiliasi mereka dengan NRA dan meminta agar informasi mengenai perusahan itu dicabut dari situs organisasi senjata tersebut.
  • Penjamin asuransi MetLife Inc juga memutuskan hubungan kerja sama dengan NRA.

Apa respon NRA?

NRA, yang mengklaim memiliki lima juta anggota, tidak merespon permintaan untuk memberikan tanggapan mengenai dampak boikot tersebut.

Kelompok itu membela dirinya melalui Twitter, dengan mengatakan orang yang marah terhadap penembakan tersebut harus fokus pada penyelewengan dalam penegakkan hukum.

"Alih-alih menyalahkan sebuah organisasi yang membela hak #2A setiap orang, mungkin orang harus melihat sejumlah kegagalan oleh FBI dan badan penegak hukum lokal, atau apakah itu tidak cocok dengan agenda Anda?" tulis NRA, merujuk pada amandemen konstitusional yang melindungi hak memiliki senjata.

Kamis lalu, Kepala eksekutif NRA Wayne LaPierre menyebut "para oportunis" menggunakan tragedi 14 Februari untuk memperluas pengendalian senjata dan menghapus hak memiliki senjata di AS.

"Mereka benci NRA. Mereka membenci amandemen kedua. Mereka benci kebebasan individu," jelas dia.

Kampanye sebelumnya yang ditujukan untuk NRA membuahkan hasil yang terbatas.

Penembakan di sekolah di AS bukanlah hal yang baru, tetapi respon para siswa yang selamat dari serangan di SMA Marjory Stoneman Douglas tampaknya memberikan dorongan untuk memperkuat aturan pengendalian senjata.

Seorang profesor marketing, Scott Galloway, mengatakan kepada NBC News bahwa dengan memutuskan hubungan dengan NRA, perusahaan menghitung apa yang menjadi kepentingan terbaik bisnis mereka.

"Orang yang paling bernilai dalam bisnis konsumen di dunia adalah seorang yang berusia 18 tahun. Galvanisasi mereka melawan masalah ini telah membuat NRA sangat tidak keren," jelas dia.

Bob Spitzer, seorang ahli politik persenjataan di SUNY Cortland, sepakat langkah perusahaan-perusahaan tersebut tampaknya merupakan reaksi dari penembakan Florida, tetapi terlalu dini untuk menyebutkan dampaknya.

"Sejauh ini, mungkin tidak ada dampak terukur....biasanya apa yang terjadi seperti badai akan berlalu, dan NRA telah memperkirakannya," kata dia kepada CBS. [bbc/lat]

Komentar

 
Embed Widget

x