Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 14:18 WIB

Rusia Dorong Warga Ikut Pilpres Lewat Video Komedi

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 21 Februari 2018 | 13:30 WIB

Berita Terkait

Rusia Dorong Warga Ikut Pilpres Lewat Video Komedi
(Foto: dw.com)

INILAHCOM, Moskow - Pemerintah Rusia menggunakan berbagai video komedi untuk mencegah aksi boikot pemilu yang diserukan oleh tokoh oposisi Alexei Navalny.

Deutsche Welle mengabarkan Selasa (20/2/2018), video dengan rasa humor tinggi itu, diputar setiap hari di seluruh jaringan televisi Rusia. Isi ceritanya macam-macam. Mulai dari seorang istri yang menyetel wekernya agar tidak kesiangan mencoblos di hari minggu; Seorang bapak berusia senja yang akhirnya ikut mencoblos setelah diberitahu bahwa usia pemilih dinaikkan sampai 60 tahun; Juga seorang perempuan yang siap melahirkan tapi minta agar dibawa ke tempat pemungutan suara.

Video yang rata-rata berdurasi tiga menit itu ternyata menarik perhatian warga Rusia. Salah satu video yang dipasang di YouTube ditonton sebanyak 700 ribu kali sejak diunggah 14 Februari silam. Belum lagi video lainnya. Bahkan banyak di antara warga Rusia yang akan memberikan suaranya dalam pilpres 18 Maret 2018 nanti.

Kampanye lewat video komedi itu digunakan Pemerintah Moscow agar pemilu legislatif 2016 tak terulang lagi. Waktu itu, hanya 46 persen warga Rusia yang menggunakan hak pilihnya. Sementara di Moscow, warga ibukota yang memilih hanya sekitar 35 persen saja. Apalagi, dalam Pilpres Maret nanti, yang bakal keluar sebagai pemenang adalah Vladimir Putin, satu-satunya calon tunggal, setelah Alexi Natalny, tokoh oposisi penantang Putin, dilarang ikut dalam pilpres mendatang.

Pendukung Alexi Natalny, yang mayoritas kaum muda Rusia, dikhawatirkan mendukung pemboikotan Pilpres kali ini. Tahun lalu, mereka melakukan aksi turun ke jalan untuk memprotes Pemerintahan Presiden Putin. Bahkan tak cuma itu. Seperti halnya kaum muda di negara lain, kebanyak tidak hirau dan enggan menggunakan hak pilihnya atau terjun ke panggung politik.

"Pemerintah Kremlin ingin memotivasi rakyat Rusia agar keluar rumah dan menggunakan hak pilihnya," kata Konstantin Eggert, seorang wartawan senior Rusia. "Bukan takut kalah, tetapi khawatir jumlah suara pemilih yang minim akan menunjukkan bahwa pendukung Putin ternyata memang tidak sebanyak seperti yang diperkirakan. Karena itu, Kremlin mengerahkan seluruh daya dan energi untuk mendorong warga Rusia memilih Putin," kata Konstantin Eggert yang dikenal sebagai komentator politik Rusia itu.

Komentar

Embed Widget
x