Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 17:05 WIB

Keluarga Tokoh Oposisi Kamboja Lari ke Australia

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 21 Februari 2018 | 12:58 WIB

Berita Terkait

Keluarga Tokoh Oposisi Kamboja Lari ke Australia
(Foto: Sok Khemara/VOA)

INILAHCOM, Phnom Penh - Enam anggota keluarga Kem Ley, tokoh oposisi Kamboja, tiba di Melbourne, Australia Sabtu lalu, setelah diberi Visa Kemanusiaan oleh Pemerintah Australia.

The Straits Times mengabarkan Selasa (20/2/2018), mereka adalah Bou Rachana, istri Kem dan lima anaknya disambut hangat oleh Hong Lim, anggota parlemen Negara Bagian Victoria. "Kami merasa bahagia, akhirnya mereka tiba di sini," tulis Hong Lim lewat surat elektroniknya.

Kem Ley, tokoh oposisi Kamboja berusia 46 tahun ditembak di siang bolong di sebuah stasiun pompa bensin di Ibukota Phnom Penh 10 Juli 2016. Penembakan itu menyebabkan Bou Rachana, yang waktu itu hamil 7 bulan dan empat putranya melarikan diri keluar dari Kamboja pada Agustus 2016. Kematian Kem Ley menimbulkan aksi protes di jalan raya Kamboja, dan menimbulkan ketegangan politik di bawah pemerintahan PM Kamboja Hun Sen.

Maklum, Kem Ley adalah aktivis gerakan akar rumput Kamboja yang kerap kali melontarkan kritik terhadap Hun Sen. Kem Ley dikenal sebagai penulis artikel politik yang membuahkan belasan artikel. Sebelum ditembak mati, Kem Ley baru saja menyelesaikan episode ke-19, dan sejumlah artikel lain yang membongkar kebusukan Hun Sen, mulai dari kasus korupsi, penebangan liar hingga isu perbatasan Kamboja.. Satu di antara artikelnya berjudul Blak Man in White Shirt yang menemukan sejumlah fakta buruk di Kamboja.

Pengadilan Kamboja mengadili seorang warga setempat yang dituduh sebagai tersangka pembunuh Kem Ley. Dalam penjelasannya di depan pengadilan, warga itu mengaku ia membunuh korban karena soal utang piutang.

PM Hun Sen dikecam negara-negara Barat dan organisasi hak asasi manusia lainnya, karena membubarkan sejumlah partai oposisi menjelang pemilu Juli mendatang. Hun Sen tampaknya ingin tetap berkuasa hingga 33 tahun. Sebuah pengadilan Kamboja membubarkan partai oposisi Partai Keselamatan Nasional Kamboja, CNRP, tahun lalu, dan menangkap pemimpinnya Kem Sokha dengan dakwaan berbuat makar.

Komentar

Embed Widget
x