Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 10:09 WIB

Trump Larang Penggunaan Peranti Senjata Api

Rabu, 21 Februari 2018 | 11:31 WIB

Berita Terkait

Trump Larang Penggunaan Peranti Senjata Api
Presiden Donald Trump - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Washington -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani perintah larangan peranti senjata api bernama bump-stock yang mengubah kemampuan senapan semi-otomatis menjadi seperti senapan otomatis.

Berbicara di Gedung Putih, seperti dikutip dari BBC, Rabu (21/2) Trump menyatakan dirinya telah memerintahkan Departemen Kehakiman untuk mengajukan aturan yang menjadikan pembelian dan penjualan bump-stock ilegal.

"Kami harus berbuat lebih banyak untuk melindungi anak-anak kita," ujar Trump, seraya menambahkan dirinya akan membahas keamanan sekolah pekan ini.

Pekan lalu, seorang remaja berusia 19 tahun menembak mati 17 orang di sebuah SMA di Florida.

Insiden ini memicu unjuk rasa menuntut pengetatan hak membawa senjata api.

Para peserta demonstrasi, yang terdiri dari para pelajar beserta orang tua mereka, meneriakkan slogan 'Anda memalukan' terhadap Presiden AS Donald Trump dan sejumlah politisi.

Salah seorang penyintas bahkan memaparkan bagaimana Trump dan sejumlah politisi menerima sumbangan uang dari Asosiasi Senjata Nasional (NRA)sebuah organisasi yang mendorong hak bersenjata bagi rakyat AS.

Apa bump-stock?

Intinya, bump-stock adalah aksesoris senjata api yang dapat meningkatkan kemampuan senapan semi-otomatis.

Alih-alih menekan pemicu setiap kali hendak menembak, seorang pengguna senapan semi-otomatis yang menggunakan bump-stock pada bagian popor senapan hanya menahan pemicu dengan jarinya sehingga peluru menyembur secara kontinyu seperti layaknya senapan otomatis.

Harga bump-stock berkisar US$100 atau Rp1,3 juta dan bisa dibeli tanpa melalui pemeriksaan latar belakang.

Aksesoris ini digunakan oleh pria pelaku penembakan di Las Vegas, pada Oktober tahun lalu, yang menewaskan 58 orang dan mencederai lebih dari 500 orang.

Hasil analisa audio menunjukkan bahwa sang pelaku, Stephen Paddock, mampu memuntahkan 90 peluru dalam 10 detik dari kamarnya di Mandalay Bay Resort and Casino.

Sejumlah pakar menilai Paddock, yang bunuh diri seusai melakukan serangan, tidak akan bisa menimbulkan korban sedemikian banyak tanpa penggunaan bump-stock. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x