Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 09:37 WIB
 

Aksi Pelajar Anti-Senjata Api Digelar Rabu Nanti

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 20 Februari 2018 | 13:33 WIB
Aksi Pelajar Anti-Senjata Api Digelar Rabu Nanti
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Washington DC - Para pelajar SLTA Stoneman Douglas, Florida yang lolos dari kasus penembakan Nikolas Cruz, berencana melakukan gerak jalan massal dari Florida menuju Washington DC.

ABC News mengabarkan Senin (19/2/2018), aksi gerak jalan bertema March for Our Lives itu akan digelar pada 24 Maret mendatang, dan akan dilakukan oleh sejumlah pelajar seluruh AS. Gerak jalan itu dimaksudkan untuk menuntut agar para politikus mengubah UU kepemilikan senjata yang selama ini dianggap sangat longgar, sehingga banyak remaja boleh membeli senjata api.

Di antara remaja yang ikut dalam aksi gerak jalan massal itu adalah Emma Gonzalez. Pelajar putri berambut cepak ini menyita perhatian dunia, saat ia menuduh "Presiden Donald Trump menerima sumbangan multi miliar dolar dari para pelobi senjata api," katanya. "Karena itu, peristiwa penembakan di Stoneman Douglas, Parkland Florida merupakan kejadian penembakan massal terakhir. Cukup!" teriak Emma Gonzalez.

Pelajar putri berusia 18 tahun itu, juga mengimbau para politikus untuk ikut dalam diskusi terbuka tentang pengendalian senjata api. Di antara politikus yang diundang adalah Senator Marco Rubio dari Florida dan Gubernur Florida, Rick Scott. "Kami memberi kesempatan pada mereka agar berdiri di pihak yang benar."

Menurut rencana, diskusi terbuka itu akan digelar pada Rabu (21/2/2018) yang disiarkan lewat CNN. Di hari yang sama Presiden Donald Trump juga dijadwalkan akan bertemu dengan para orang tua murid yang menjadi korban penembakan yang menewaskan 17 orang korban.

Asosiasi Senjata Nasional AS, NRA memberikan kontribusi dana kepada sejumlah politikus Partai Republik. Di antaranya Senator John McCain yang menerima $ 7,7 juta, disusul oleh Richard Burr dengan $ 6,9 juta. Juga Senator Marco Rubio sebesar $ 3,3 juta dan sumbangan terkecil diterima Senator Bill Cassidy sebesar $ 2,8 juta.

Namun pembawa acara radio Rush Limbaugh, yang dikenal konservatif itu, membantah bahwa aksi gerak jalan dan pelarangan senjata api mampu menyelesaikan masalah penembakan massal. "Ini bukan kesalahan NRA," katanya. "Jika kita serius hendak melindungi pelajar di sekolah, yang kita butuhkan adalah mekanisme mempertahankan diri," kata Rush Limbaugh seraya tetap mengizinkan agar senjata yang tersembunyi bisa digunakan di sekolah.

Tags

Komentar

Embed Widget

x