Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 10:13 WIB

Iran Diam-diam Beli Suku Cadang Boeing Lewat Turki

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 20 Februari 2018 | 13:10 WIB

Berita Terkait

Iran Diam-diam Beli Suku Cadang Boeing Lewat Turki
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Washington DC - Pemerintah Iran diam-diam membeli suku cadang pesawat dari Boeing melalui sebuah perusahaan penerbangan Turki, untuk menghindari sanksi ekonomi AS.

CBS News mengabarkan Senin (19/2/2018), untuk itu, Pemerintahan Presiden Trump menerapkan larangan ekspor atas perusahaan nasional Turki Gulnihal Yegane dan tiga perusahaan Turki lainnya. Larangan itu diterapkan oleh Departemen Perdagangan Biro Industri dan Keamanan AS, BIS pada 5 Februari lalu, tanpa diketahui banyak pihak. "Larangan itu diterapkan karena mereka melanggar sanksi ekonomi terhadap Iran, sehingga tak dapat ditoleransi lagi," tutur Mira Ricardel, deputi menteri perdagangan untuk ekspor AS.

Menurut Departemen Perdagangan AS, Perusahaan Gulnihal Yegane mendirikan beberapa anak perusahaan untuk membeli perlengkapan pesawat udara dari pemasok AS atas nama Maskapai Penerbangan Iran, Mahan Air. Maskapai penerbangan Iran itu dijatuhi sanksi ekonomi karena membawa persenjataan bagi para pejuang di Suriah. Yang dibeli, termasuk suku cadang jet tempur yang dibeli dari perusahaan Turki sejak Desember lalu.

Menurut Harian The Wall Street Journal yang membongkar kasus ini, pembekuan perdagangan itu mendukung kebijaksanaan Pemerintahan Trump yang menolak memberi izin ke perusahaan pembuat pesawat Boeing, untuk menjual pesawatnya kepada maskapai penerbangan Iran lainnya.

Seperti diketahui pada 2016, Boeing meneken kontrak pembelian pesawat dengan Iran Air. Pembelian bernilai US$16,6 miliar itu sebagai tanda normalisasi hubungan Iran dan AS yang menyusul kesepakatan tahun 2015. Dalam kesepakatan itu, Teheran bersedia membekukan kegiatan pengayakan nuklirnya.

Dibatalkannya kontrak dengan Boeing, berdampak buruk bagi perjanjian nuklir AS-Iran. Bahkan berdampak buruk bagi perdagangan Boeing dengan Airbus di Eropa senilai $ 40 miliar, karena berdasar pada lisensi yang dikeluarkan pihak AS, sesuai dengan perjanjian dengan Iran. Sebab, Airbus menggunakan pasokan suku cadang dari AS.

AS memang mengendurkan sanksi ekonomi terhadap maskapai penerbangan Iran Air, namun sanksi ekonomi tetap diberlakukan bagi Mahan Airlines sejak 10 tahun lalu. Maklum, sebagian besar saham Mahan Air dikuasai oleh Garda Revolusi Iran.

Komentar

Embed Widget
x