Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 04:28 WIB
 

Kerajaan Saudi Baru Saja Punya UU Kepailitan

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 20 Februari 2018 | 12:06 WIB
Kerajaan Saudi Baru Saja Punya UU Kepailitan
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi mengukuhkan UU Kepailitan, setelah kabinet Saudi menyetujui RUU yang disahkan oleh Dewan Syura, Desember tahun lalu.

Kantor Berita Reuters mengabarkan Senin (19/2/2018) dengan UU Kapailitan yang baru itu, sejumlah perusahaan Saudi yang kesulitan dana tidak perlu mencari dana suntikan agar tetap beroperasi. "Waktunya sangat tepat," kata Bader al-Busaies, managing partner di Firma Hukum Al Suwaket dan Al Busaies.

Menurutnya, banyak perusahaan Saudi yang mengalami kesulitan dana, sehingga para pemegang saham perlu menyuntik dana atau melakukan liquidasi. "UU yang baru ini merupakan pilihan solusi yang jitu. Badan keuangan internasional telah terbukti mampu menyelesaikan masalah ini, sehingga para pemodal tidak terus-terusan menyuntik dana," lanjut Bader al-Busaies.

Kementerian Keuangan dan Penanaman Modal belum memberi penjelasan rinci mengenai UU Kepailitan ini. Tidak jelas pula kapan UU baru itu akan diberlakukan. Pada bulan Desember 2017 lalu, Majelis Syura telah menyusun dan menyetujui RUU yang terdiri dari 231 klausul dalam 17 pasal itu.

Dalam klausul itu, antara lain disebutkan prosedur dan cara melakukan likuidasi atau penyelesaian bagi perorangan atau juga perusahaan lokal serta asing menghadapi kepailitan. Dalam klausul itu juga disebutkan persetujuan untuk melakukan restrukturisasi utang piutang, bila disetujui oleh sepertiga dari para pemegang saham.

UU Kepailitan setidaknya mampu membantu perusahaan raksasa milik Ahmad Hamad Algosaibi and Brothers, AHAB. Konglomerat Arab Saudi yang sahamnya dimiliki oleh dua pertiga kreditor itu pingsan tertimbun miliaran dolar. Selain AHAB ada pula Saad Group, perusahaan keuangan Saudi yang mengalami kebangkrutan sehingga sejumlah bank asing dan regional Arab menunggak dana sekitar US$2 miliar.

Komentar

 
Embed Widget

x