Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 10:35 WIB

AS Minta Malaysia Lindungi Pelarian Warga Uighur

Oleh : Didi Prambadi | Sabtu, 17 Februari 2018 | 12:43 WIB

Berita Terkait

AS Minta Malaysia Lindungi Pelarian Warga Uighur
(Foto: asianews)

INILAHCOM, Kuala Lumpur - Pemerintah AS meminta Malaysia untuk memberikan perlindungan sementara kepada 11 warga Muslim Uighur yang sedang dicari dan diminta untuk diekstradisi oleh China.

Kantor Berita Reuters mengabarkan, permintaan itu dilayangkan Departemen Luar Negeri AS, Jumat (16/2/2018). "Kami mengimbau pemerintah Malaysia melakukan investigasi dan memberi perlindungan sementara pada mereka, yang bakal menghadapi siksaan dan hukuman bila kembali ke China," kata Michael Cavey, Juru Bicara Deplu AS biro Asia Timur.

Permintaan itu dibenarkan oleh Ahmad Zahid Hamidi, deputi Menlu Malaysia. "Kami menerima permintaan ekstradisi ke-11 warga Uighur itu dari Pemerintah China pekan lalu," kata Ahmad Zahid. "Tapi kami tengah mempertimbangan permintaan tersebut, dan polisi tengah menyelidiki apakah ke-11 warga Uighur itu terlibat kegiatan teror," sambungnya.

Pemerintah Beijing menuduh mereka adalah separatis ekstrim Uighur. Menurut penguasa China, mereka berencana menyerang penduduk mayoritas Han yang menguasai kawasan Xinjiang dan lainnya. Sejak lama China dituduh melakukan pelanggaran HAM di Xinjiang dan menyiksa warga Uighur serta menerapkan kontrol ketat atas kegiatan agama dan budaya Islam yang dianut warga Uighur. Banyak di antara mereka melarikan diri ke luar China hingga ke negara-negara Asia Tenggara dan Turki.

November lalu, sekitar 20 warga Uighur melarikan diri dengan membobol penjara dekat perbatasan Malaysia-Thailand Mereka menggarong lubang dinding penjara dan menggunakan selimut sebagai tangga untuk turun ke bawah. Lima di antaranya tertangkap kembali di Thailand tahun lalu.

Mereka adalah sebagian dari 200 warga Uighur yang ditahan di Thailand sejak 2014. Mereka yang mengaku berdarah Turki segera dikirim ke Turki, tapi lebih dari 100 orang lainnya dibawa kembali ke China pada 2015 lalu. Seluruh dunia mengutuk pengembalian warga Uighur itu.

Komentar

Embed Widget
x