Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 15 Oktober 2018 | 20:55 WIB

Saudi Investasi Pertanian dan Peternakan di Irak

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 16 Februari 2018 | 10:46 WIB

Berita Terkait

Saudi Investasi Pertanian dan Peternakan di Irak
(Foto: AP)

INILAHCOM, Dubai - Organisasi Investasi Ternak dan Pertanian Arab Saudi, SALIC, tengah mencari peluang menanamkan investasinya di bidang pertanian dan peternakan di Irak.

Kantor Berita Reuters mengabarkan Kamis (15/2/2018), SALIC yang menjadi bagian dari Dana Investasi Publik, PIF berniat mencari peluang di kawasan Laut Hitam. "Kami mempertimbangkan banyak peluang dan Irak termasuk dalam daftar kami," kata Khaled al-Aboodi, Direktur Umum PIF. Irak dijanjikan dana sebesar US$30 miliar, dalam bentuk kredit fasilitas dan investasi dari para sekutu Timur Tengah, setelah konperensi para donor di Kuwait.

"Di antara peluang yang dipamerkan kepada para investor, adalah tanah pertanian seluas 400 ribu hektare," kata Hameed al-Nayef, Juru Bicara Kementerian Pertanian Irak. Menurutnya, tanah pertanian yang ditawarkan terletak di seluruh kawasan Irak. Para investor bisa memilih jenis-jenis komoditi apa saja yang akan ditanam. "Tapi kami sarankan untuk memprioritaskan tanaman gandum, jagung, wijen dan nasi," katanya. Mekanisme investasi di pertanian Irak, tergantung pada negosiasi dengan perusahaan investor.

Arab Saudi kembali menghentikan program penanaman gandum di dalam negeri pada tahun 2008. Sejak itu, Saudi berencana sepenuhnya mengandalkan kebutuhan gandum dari impor pada tahun 2018, untuk menghemat air. Sementara itu, program investasi pertanian SALIC meliputi tanah pertanian, terminal biji-bijian sebagai bagian dari program keamanan pangan Arab Saudi.

Sementara itu, Irak melihat kawasan Nineveh sebagai kawasan produksi strategi pertanian setelah diambil alih dari Negara Islam, ISIS pada 2014 dan 2015. Sedangkan SALIC juga menilai langkah investasi bakal meningkat di kawasan Laut Hitam.

"Kawasan itu adalah tempat strategis untuk menarik investasi di bidang perkebunan bagi Saudi," kata Khaleed al-Aboodi. Oktober tahun lalu, SALIC membentuk kerjasama investasi dengan perusahaan pertanian Al Dahra di UAE bernilai $ 1,3 miliar, dan akan melakukan investasi di 10 negar-negara di sekitar Laut Hitam.

Komentar

Embed Widget
x