Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Juli 2018 | 06:56 WIB
 

Militer Jerman Tak Miliki Tank & Peralatan Memadai

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 16 Februari 2018 | 10:13 WIB
Militer Jerman Tak Miliki Tank & Peralatan Memadai
(Foto: DPA)

INILAHCOM, Berlin - Departemen pertahanan Jerman mengakui bahwa pihaknya belum mampu memenuhi janjinya pada NATO karena kekurangan peralatan militer dan tank.

Hal itu diungkap harian Die Welt, Kamis (15/2/2018). Padahal, departemen pertahanan Jerman atau Bundeswehr akan mengambil alih kepemimpinan VJTF, Satuan Khusus Kerjasama Kesiapan NATO, tahun depan. "Tapi kami tidak memiliki tank yang cukup," tulis dokumen yang didapatkan dari Kementerian Pertahanan Jerman.

Brigade tank ke-9 kementerian pertahanan Jerman di Munster, hanya memiliki sembilan tank Leopard 2 saja. Tak seperti yang pernah dijanjikan semula bahwa Jerman siap mengerahkan 44 buah tank Leopard 2.

Tak cuma itu. Jerman hanya memiliki tiga dari 14 kendaraan infantri bersenjata Marder. Minimnya peralatan militer itu, menurut dokumen tadi, karena militer Jerman tidak memiliki suku cadang yang cukup karena biayanya mahal dan tidak punya waktu untuk melakukan pemeliharaan militer. Selain itu, mereka tidak punya alat teropong malam hari, juga peluncur granat otomatis serta perlengkapan pakaian musim dingin dan kebal peluru.

"Angkatan Udara Jerman juga tidak punya perlengkapan militer untuk menjalankan tugasnya sebagai pimpinan militer NATO," bunyi dokumen departemen pertahanan Jerman. Satuan udara utama Luftwaffe, jet tempur Tornado dan Eurofighter serta helikopter pengangkut CH-53, hanya bisa dipakai untuk empat bulan saja, dalam setahun. Delapan bulan sisanya, satuan pesawat tempur Jerman itu terpaksa diparkir di hangar pangkalan militer untuk diperbaiki. "Satuan militer dan angkatan bersenjata kita benar-benar memprihatinkan," kata Hans-Peter Bartels, dari komisi angkatan bersenjata parlemen Jerman.

Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO membentuk VJTF, Satuan Khusus Kerjasama Kesiapan NATO pada tahun 2014, untuk mengimbangi ancaman Rusia dan mempertahankan negara-negara Baltik. Satuan husus itu terdiri dari 5 ribu personil militer dan siap bertempur dalam waktu 24 jam. "Hanya Inggris dan Prancis adalah dua negara Eropa yang siap untuk memimpin VJTF," tulis dokumen tersebut.

Tags

Komentar

x