Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 04:11 WIB
 

Koran Malaysia Sinar Harian Dikecam Kaum LGBT

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 14 Februari 2018 | 12:09 WIB
Koran Malaysia Sinar Harian Dikecam Kaum LGBT
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Kuala Lumpur - Koran Malaysia bernama Sinar Harian menjadi olok-olok dan dikritik banyak pihak setelah memuat artikel yang isinya cara mengenali kaum LGBT, Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender.

NBC News mengabarkan Selasa (13/2/2018), harian itu dalam artikelnya tentang LGBT pekan lalu antara lain menyebutkan beberapa tanda yang bisa dikenali dari kaum itu. "Seorang pria gay yang maskulin, cenderung untuk mengenakan kemeja ketat agar otot-otot di bagian perutnya bisa dilihat umum," tulis harian itu. "Pria gay yang feminin, biasanya akan terbelalak matanya bila melihat lelaki tampan," sambung harian itu.

Pria gay suka berkunjung ke tempat kebugaran bukan untuk berlatih olahraga, melainkan mencari mangsa atau menonton para pengunjung tempat olahraga itu. Tak cuma itu. Pria gay suka memelihara jenggot dan kumis dan suka mengenakan pakaian merk terkenal.

Sementara itu, kaum Lesbian, disebutnya sebagai kelompok perempuan yang membenci kaum lelaki dan memburuk-burukkan kaum hawa. Wanita lesbian disebutnya suka menyendiri, sangat pencemburu, dan mereka akan berpelukan serta berpegangan tangan dengan sesama jenis.

Artikel itu, kontan mengundang kritik berbagai kalangan. Satu di antaranya dilakukan Arwind Kumar yang memasang video empat menit di Facebook. "Saya kenal banyak pendeta atau pastor, juga saya kenal sejumlah ustad. Bahkan saya banyak mengenal sejumlah pemimpin agama mengenakan jenggot panjang. Apakah anda menyebut mereka sebagai kaum gay?" tanya Arwind Kumar.

Sementara itu, Grace Poore, koordinator program LGBT Asia Pasifik untuk Outright Action International, menuduh Sinar Harian sengaja mengedarkan daftar itu sebagai upaya anti-LGBT di Malaysia. Lebih lanjut Grace Poore mengungkapkan, Pemerintah Kuala Lumpur memang tidak melibatkan diri dengan kelompok konservatif agama yang menentang kaum LGBT. "Tapi pada 2011, Pemerintah Malaysia mendanai program publik cara memilih atau mengenali LGBT," kata Grace Poore.

Bahkan pada Juni 2017 lalu, Depatemen Kesehatan Malaysia menggelar kontes cara mencegah homoseksual dan transgender. Kontes ini akhirnya dibatalkan setelah mendapat tekanan dari kelompok LGBT internasional. Pada 2015, Malaysia juga hampir melarang pemutaran film Beauty and the Beast karena berbau LGBT. Dan pada 2015, Pengadilan Tinggi Malaysia melarang cross-dressing, kaum lelaki suka mengenakan pakaian wanita, yang banyak diminati kaum LGBT.

Tags

Komentar

Embed Widget

x