Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 14:51 WIB

Masjid Agung Brussels Diserahkan Saudi ke Belgia

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 13 Februari 2018 | 12:32 WIB

Berita Terkait

Masjid Agung Brussels Diserahkan Saudi ke Belgia
(Foto: REUTERS/Yves Herman)

INILAHCOM, Brussels - Kerajaan Arab Saudi akan menyerahkan pengelolaan Masjid Agung di Brussels, Belgia sebagai pertanda untuk menghapus kesan bahwa Saudi berupaya mengekspor paham ultra konservatif Islam.

Kantor berita Reuters mengabarkan Senin (12/2/2018) penyerahan tata kelola Masjid Agung itu, "Masih dinegosiasi dan akan diumumkan bulan ini," tutur Menteri Dalam Negeri Belgia, Jan Jambon. Penyerahan masjid tersebut dilakukan atas sebuah inisiatif baru Saudi, untuk menghapus kesan bahwa Saudi menyebarkan paham tersebut lewat berbagai masjid dan musolla di luar negeri. Bulan lalu Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir berkunjung ke Belgia untuk membahas tentang hal ini.

Hal itu disambut baik Belgia, yang mengutus Dirk Achten memimpin delegasi ke Riyadh, November lalu, sebagai sebuah jendela kesempatan. "Arab Saudi siap untuk berdialog tanpa tedeng aling-aling lagi," kata Dirk Achten di depan parlemen Belgia bulan lalu. Kunjungan Dirk dilakukan setelah parlemen Belgia mendesak Pemerintah Belgia untuk mengakhiri kontrak pengelolaan Masjid Agung Belgia oleh Arab Saudi selama 99 tahun. Kontrak yang ditanda tangani di Riyadh pada 1969, membuat para imam Belgia yang didukung Saudi, memberikan ajaran garis keras kepada para komunitas imigran Muslim di Belgia.

Sebelum dikelola oleh Arab Saudi, Masjid Agung Brussels tersebut merupakan peninggalan Paviliun Oriental dan menjadi Pusat Pameran Timur pada tahun1880. Sebuah laporan Badan Keamanan Belgia, OCAD/OCAM tahun 2016 mengungkapkan paham Wahhabi yang diajarkan oleh sejumlah imam Saudi, mendorong kaum muda untuk bertindak lebih radikal. "Masjid memiliki pengaruh luas untuk menyebarkan kebencian," tutur seorang pejabat keamanan Belgia.

"Tidak seorang pun mengetahui hal itu selama beberapa dekade," lanjutnya. Menteri Keimigrasian Belgia, Theo Francken, mendeportasi seorang imam besar yang telah bertugas selama 13 tahun di Masjid Agung Brussels, karena dinilai berbahaya, dan berkaitan dengan sejumlah serangan di Belgia.

Komentar

Embed Widget
x