Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 16 Juli 2018 | 15:38 WIB
 

Para TKW Filipina kini Beralih ke Eropa Tengah

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 13 Februari 2018 | 12:00 WIB
Para TKW Filipina kini Beralih ke Eropa Tengah
(Foto: ABS-CBN)

INILAHCOM, Manila - Para tenaga kerja Filipina yang dipulangkan dari Kuwait, dapat bekerja ke negara-negara lain, seperti Republik Chech.

ABC&CBN News menggabarkan, hal itu diumumkan seorang pejabat Departemen Tenaga Kerja Filipina Senin (12/2/2018). Eropa Tengah baru-baru ini membuka kesempatan bekerja kepada 1000 orang untuk berbagai pekerjaan. Di antaranya menjadi pembantu rumah tangga, pengemudi, teknisi pabrik dan manufaktur, manajer tempat penyimpanan barang atau gudang, operator forklift, tukang roti atau tukang masak, perawat dan pekerja di rumah-rumah jompo.

"Selain Republik Chech, negara lain yang membuka kesempatan antara lain di Jepang, Selandia Baru, Jerman, Korea Selatan, Singapura , Eropa dan AS," tutur Bernard Olalia, Wakil Menteri Tenaga Kerja Filipina.

Pekan lalu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberi waktu tiga hari kepada seluruh warga Filipina di Kuwait untuk pulang ke tanah air. Langkah ini dilakukan setelah Joanna Daniella, salah satu TKW Filipina ditemukan tewas di dalam kulkas di sebuah apartemen kosong di Kuwait. Terdengar kabar Joanna dimutilasi. Gara-gara itu, Menteri Tenaga Kerja Filipina Silvestre Bello III melarang pengiriman tenaga kerja Filipina ke Kuwait. Sekitar 250 ribu TKW Filipina bekerja di negara petro dolar itu, termasuk 50 ribu lainnnya yang bekerja tanpa dokumen resmi.

Kedutaan besar Filipina di Praha, menjelaskan bahwa para tenaga kerja Filipina akan dipekerjakan berdasar kontrak baru, yang mempromosikan "Keselamatan, dan keamanan serta upaya migrasi resmi," bunyi pernyataan Kedubes Filipina. "Para tenaga kerja akan dikontrak di Republik Chech lewat beberapa agen tenaga kerja," kata Benard Olalia. Menurut Departemen Tenaga Kerja Filipina, lebih dari 2.200 tenaga kerja menyatakan siap untuk memenuhi tawaran Presiden Duterte itu.

Komentar

x