Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 20:29 WIB

Puluhan Perempuan Iran Kembali Protes Tanpa Hijab

Oleh : Didi Prambadi | Sabtu, 3 Februari 2018 | 14:12 WIB

Berita Terkait

Puluhan Perempuan Iran Kembali Protes Tanpa Hijab
(Foto: citizen)

INILAHCOM, Teheran - Petugas polisi Iran kembali menahan 29 perempuan Iran yang melakukan protes dengan cara melepaskan hijab mereka di jalan umum.

Laman The Citizen mengabarkan Jumat (2/2/2018), ke-29 perempuan itu dikenai tuduhan melanggar ketertiban umum dan dikirim ke kantor kejaksaan. Sebelumnya, tercatat 11 perempuan Iran yang melakukan protes serupa, dan foto-foto mereka disebarkan lewat linimasa. Aksi protes itu mereka lakukan sebagai bentuk perlawanan kaum hawa terhadap kewajiban mengenakan busana muslim yang diterapkan sejak Revolusi Islam 1979.

Dua foto yang beredar di Twitter, menunjukkan dua perempuan mengenakan jubah serba hitam, berdiri di atas sebuah kotak disertai tulisan "Mendukung kebebasan wanita untuk menentukan pilihannya". Sedangkan tulisan lain berbunyi: "Saya suka mengenakan jilbab, tapi saya menolak kewajiban mengenakan hijab."

Azar Mansouri, seorang aktivis perempuan Iran mengungkapkan, upaya mengekang kaum wanita lewat keharusan mengenakan pakaian tertentu, telah gagal sejak beberapa dekade. "Kaum wanita ingin menunjukkan sikap menentangnya melalui pakaian yang dikenakan. Mulai menentang keharusan untuk menutup rambut mereka, sampai mengenakan sepatu boot dan celana ketat atau legging," tulis Azar Mansouri dalam sejumlah cuitannya pekan ini.

Banyak perempuan Iran yang sengaja melanggar ketentuan mengenakan pakaian muslim, antara lain dengan membiarkan kerudungnya jatuh ke leher atau bahu. Petugas kepolisian moral Iran kerap menerapkan aturan ketat, namun mulai melunak setelah Presiden Hassan Rouhani berkuasa tahun 2013 lalu.

Protes tak berhijab mulai ramai di Iran setelah seorang perempuan berdiri melepaskan hijabnya dan melambai-lambaikan ke udara, di Jalan Raya Englehab, Teheran, Desember 2017 silam. Wanita yang menjadi simbol perlawanan perempuan Iran itu sempat ditahan sebulan dan dibebaskan.

Sementara itu, Jaksa Agung Mohammad Jafar Montazeri mengimbau warga Iran lainnya agar tidak mengindahkan protes kaum wanita itu. "Anggap saja sikap mereka terlalu remeh dan kekanak-kanakan, yang mungkin ditunggangi asing," kata Mohammad Jafar Montazeri.

Komentar

Embed Widget
x