Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Juni 2018 | 20:39 WIB
 

Mengenal Putera Sulung Fidel Castro yang Tewas

Oleh : - | Jumat, 2 Februari 2018 | 14:21 WIB
Mengenal Putera Sulung Fidel Castro yang Tewas
Fidel Castro Diaz-Balart - (Foto: cnn)

INILAHCOM, Havana -- Percakapan di media sosial hari Jumat (2/2) ini diramaikan dengan kabar tewasnya putera sulung mendiang bekas pemimpin Kuba Fidel Castro, Fidel Castro Diaz-Balart. Diaz-Balart tewas bunuh diri pagi ini di Havana, Kuba. Siapakah dia sebenarnya?

Rakyat Kubu terhenyak mendengar tewasnya Diaz-Balart akibat bunuh diri, yang dikaitkan dengan sejarah panjang lelaki ini melawan depresi. Selain karena Diaz-Balart merupakan anak tertua Fidel Castro dan memiliki kemiripan fisik luar biasa dengan ayahnya, keterkejutan rakyat Kuba juga disebabkan karena media-media di sana dikenal jarang menyediakan informasi detail terkait penyebab kematian seseorang, terutama kematian yang disebabkan oleh bunuh diri. Demikian menurut BBC Mundo.

Diaz-Balart terkenal dengan julukan Fidelito atau Fidel Kecil karena dia memiliki penampilan fisik yang amat mirip dengan ayahnya. Diaz-Balart juga dikenal memiliki cambang dan berewok yang mirip dengan mendiang Fidel Castro.

Lahir tahun 1949, Diaz-Balart merupakan putra Fidel Castro hasil dari pernikahan singkatnya dengan Mirta Diaz Balart yang merupakan keturunan bangsawan Kuba. Setelah kedua orangtuanya bercerai, hak asuh atas Diaz-Balart jatuh kepada sang ayah.

Berbeda dengan sang ayah, Diaz-Balart memilih karir sebagai ilmuwan. Dia merupakan lulusan Institute of Science and Technology sewaktu Rusia masih bernama Uni Soviet.

Karir Diaz-Balart sebagai ilmuwan sempat mencapai puncaknya kala ia menjabat sebagai pimpinan proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir Kuba, Juragu Nuclear Power Plant. Namun, proyek tersebut terpaksa harus dihentikan di tahun 1992, seiring dengan runtuhnya kekuatan komunis Uni Soviet dan pecahnya bekas negara adikuasa itu, yang kemudian berimbas pada pemutusan bantuan dana dari Moskow ke Kuba.

Konsistensinya dalam memilih profesi ilmuwan sebagai karirnya, membuat Diaz-Balart tidak pernah menduduki jabatan politis di Kuba, meskipun saat ayahnya masih memegang kekuasaan. Di puncak karirnya sebagai ilmuwan, Diaz-Balart juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Cuba Science Academy dan sekaligus menjadi ilmuwan penasihat bagi Majelis Tinggi negara pulau itu.

Situs resmi televisi digital resmi Kuba, Cubadebate, menyebut dedikasi mendiang Diaz-Balart terhadap ilmu pengetahuan telah memberi dia banyak penghargaan.

"Seluruh kegiatan profesionalnya didedikasikan untuk sains, karena itulah dia telah mendapat banyak pengakuan di tingkat nasional dan internasional,," demikian tulis situs Cubadebate.

Diaz-Balart menikah dua kali. Dari pernikahan pertama, dia dikaruniai tiga anak, yaitu Fidel Antonio Castro Smirnov, Mirta Maria Castro Smirnova dan Jos Ral Castro Smirnov. Setelah bercerai dari istri pertama, Diaz-Balart kemudian menikah lagi dengan perempuan bernama Maria Victoria Barreiro. [amir]

Komentar

 
Embed Widget

x