Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 04:16 WIB
 

16 Ribu Wanita Jepang Korban Sterilisasi Menggugat

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 2 Februari 2018 | 14:47 WIB
16 Ribu Wanita Jepang Korban Sterilisasi Menggugat
(Foto: mashable)

INILAHCOM, Tokyo - Seorang perempuan berusia 60-an tahun menuntut Pemerintah Jepang, karena dipaksa menjalani sterilisasi kandungan pada saat ia berusia 15 tahun.

The Guardian mengabarkan Kamis (1/2/2018), perempuan yang tak disebutkan namanya itu menuntut ganti untung sebesar $ 15 ribu. Menurutnya, Pemerintah Jepang telah melanggar hak-haknya sebagai manusia dan wanita dan tidak memberikan dukungan apapun sewaktu menjalani prosedur sterilisasi.

Menurut Kyodo News, perempuan itu merupakan salah satu dari 16 ribu perempuan Jepang yang dipaksa menjalani sterilisasi berdasar hukum Eugenik yang diberlakukan hingga 1996. Lewat Hukum Eugenik yang diterapkan tahun 1948 itu, Pemerintah Jepang berhak melakukan prosedur sterilisasi kandungan terhadap perempuan yang mengidap gangguan mental atau cacat tubuh.

Bahkan pada 1950-an, kaum wanita Jepang yang mengidap penyakit lepra dipaksa tinggal terkucil di sanatorium di atas pegunungan atau pulau terpencil. Kebanyakan dari mereka disterilisasi atau menjalani aborsi, agar bayi yang dikandungnya terbebas dari cacat bawaan. Eugenika diciptakan oleh ilmuwan Prancis untuk menjadikan warga Nazi Jerman sebagai bangsa Aria.

Berbicara di depan televisi, saudari kandung perempuan itu menyatakan, "Kami telah mengalami hari-hari penyiksaan yang panjang. Kini tiba waktunya untuk berdiri agar warga Jepang memiliki masa depan gemilang," katanya. Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato mengaku belum tahu kasus itu secara mendetil. Namun ia bersedia berbicara dengan para korban.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x