Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 04:59 WIB

Memo Pelanggaran FBI Akan Diungkap Pekan Ini

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 2 Februari 2018 | 13:17 WIB

Berita Terkait

Memo Pelanggaran FBI Akan Diungkap Pekan Ini
Gedung FBI - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Washington DC - Presiden Donald Trump tidak keberatan untuk mengungkap isi memo seorang anggota Kongres AS, yang membongkar pelanggaran oleh Biro Investigasi Federal, FBI.

CNN mengabarkan Kamis (1/2/2018), memo yang ditulis Devin Nunes, anggota Kongres itu dijadwalkan akan diumumkan di depan umum dalam pekan ini. Bila hal itu terjadi, maka perang dingin antara eksekutif dan yudikatif akan terkuak. Dan, hal itulah tampaknya yang diinginkan Presiden Trump, agar pengusutan campur tangan Rusia oleh FBI dapat dihentikan. "Kami tidak akan menggunakan wewenang eksekutif menghalangi Kongres mengungkap memo tersebut," kata sebuah sumber Gedung Putih.

Dalam memonya, David Nunes menuliskan bahwa FBI menggunakan informasi dari dokumen di pengadilan, untuk mengusut campur tangan Rusia atas Pilpres 2016. Presiden Trump dikabarkan telah membaca isi memo itu dan berkonsultasi dengan John Kelly, kepala staf Gedung Putih. Dalam pembicaraan telepon dengan para koleganya, Trump yakin, memo itu bakal mengungkap sikap FBI yang berat sebelah dan memojokkan Trump.

Bila memo itu dibongkar, maka peranan FBI bakal disepelekan. Badan intelijen yang mengusut penyelewengan para pejabat tinggi AS, termasuk Presiden Trump, bakal tidak dipercaya lagi oleh umum, sehingga penyelidikannya atas campur tangan Rusia akan dimentahkan.

Upaya Dewan Khusus Robert Mueller untuk mengusut kasus itu, akan terpengaruh juga. Sementara itu, ada kabar Mark Corallo, mantan jurubicara tim hukum Trump bersedia bernyanyi pada Mueller dan membongkar seluruh peristiwa yang terjadi di balik Gedung Putih dan Trump Tower.

Dalam nyanyiannya nanti, Corallo akan membongkar pembicaraan telepon antara Trump dengan Hope Hicks, Direktur Komunikasi Gedung Putih. "Dalam pembicaraan telepon itu, Hicks menjelaskan bahwa Trump Jr, putra Presiden Trump sangat berminat menerima informasi buruk tentang Hillary Clinton, saingan Trump, dari sejumlah sumber Rusia," tulis New York Magazine.

Komentar

x