Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 24 Februari 2018 | 05:16 WIB
 

Trump Buka Kembali Tahanan Militer Guantanamo

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 1 Februari 2018 | 12:15 WIB
Trump Buka Kembali Tahanan Militer Guantanamo
Presiden AS Donald Trump dan tahanan Guantanamo Bay - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Washington DC - Presiden AS Donald Trump memerintahkan agar Penjara Militer Guantanamo Bay di Kuba, tetap dibuka.

Politico mengabarkan Rabu (31/1/2018) hal itu diumumkan Trump dalam pidato kenegaraan pertamanya Selasa malam. "Sebelum saya masuk ke parlemen, saya baru saja memerintahkan Menteri Pertahanan Jim Mattis untuk meninjau kembali tahanan militer dan tetap membuka fasilitas di Guantanamo Bay," kata Trump. Lewat perintah eksekutifnya, Trump juga memberikan waktu tiga bulan bagi Menhan Mattis untuk menahan para individu yang terlibat konflik bersenjata. Termasuk menentukan mengirim para tahanan ke Guantanamo.

"Teroris yang mengebom rumah sakit sipil adalah orang jahat. Kalau bisa, kami akan membinasakan mereka. Kalau perlu malah menahan dan menginterogasi mereka," kata Trump dalam pidatonya di parlemen. "Yang jelas, teroris bukan kriminal, mereka adalah pejuang yang tak resmi," sambungnya.

Banyak yang menolak Guantanamo digunakan lagi, karena dinilai terlalu mahal dan tidak perlu. Bahkan menjadi tempat para teroris merekrut anggotanya. Langkah Trump ini dinilai sebagai pukulan keras terhadap mantan Presiden Obama yang berusaha menutup fasilitas militer itu, selama 8 tahun, namun gagal.

"Selama 10 tahun Presiden Bush dan Obama berusaha mengubah kesan AS bertanggung jawab atas tahanan militer yang menimbulkan kasus pelanggaran HAM," tulis Hina Shamsi, Direktur Serikat Kebebasan Sipil, ACLU dalam pernyataan resminya.

"Namun kini Trump malah mengembalikan kesan itu," lanjut Hina Shamsi. "Tindakan itu, sama halnya dengan memberi kehidupan kembali penjara yang menjadi simbol penyiksaan dan penahanan tanpa batas waktu pada AS," lanjut Hina Shamsi. "Trump membuat negara ini tidak aman lagi," sambungnya.

Namun, Trump tampaknya tidak menggubris kecaman yang dilontarkan banyak pihak. "Saya minta Kongres untuk memastikan dalam melawan ISIS dan Al Qaeda, kita melakukan seluruh daya dan kekuasaan untuk menangkap para teroris di mana pun dan kapan pun. Banyak di antaranya kini berada di Guantanamo Bay," lanjut Trump tegas.

Komentar

 
Embed Widget

x