Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 20:40 WIB

Ulama Iran Kecam Pemimpin Spiritual Ali Khamenei

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 31 Januari 2018 | 11:20 WIB

Berita Terkait

Ulama Iran Kecam Pemimpin Spiritual Ali Khamenei
Ali Khamenei dan Mehdi Karroubi - (Foto: Riset)

INILAHCOM, Teheran - Mehdi Karroubi, ulama Iran mengecam Pemimpin Spiritual Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran yang menyalah gunakan wewenang dalam menjalankan Republik Islam Iran.

Kantor berita Reuters mengabarkan, kecaman itu diutarakan Mehdi Karroubi, Selasa (30/1/2018). "Anda sudah menjadi pemimpin tertinggi selama tiga dekade, tapi sikap anda tetap seperti oposisi," tulis Mehdi Karroubi dalam suratnya yang diterbitkan situs Saham News, laman partai politik reformis.

Sebagai seorang pemimpin Syiah, menurut Mehdi, Khamenei tidak boleh mengkritik Presiden Terpilih Hassan Rouhani, yang dikenal pragmatis. Apalagi, Rouhani hendak melakukan liberalisasi ekonomi yang didominasi Garda Revolusi dan kelompok elite Iran lainnya.

"Dalam tiga dekade terakhir, anda telah menghapus tentara revolusioner untuk menerapkan kebijaksanaan anda. Dan kini anda menuai hasilnya," tulis Mehdi. Ulama tinggi Iran yang sejajar dengan Ali Khamenei itu, mengungkapkan badan pemerintah yang dibentuk setelah Revolusi 1979, menghapus kemiskinan dan mengubahnya menjadi konglomerasiyang dikuasai orang-orang kaya Iran.

"Lebih dari 10 juta dari 80 juta warga Iran hidup dalam kemiskinan," kata Mehdi Karroubi. "Di bawah kondisi seperti sekarang ini, adalah wajar bila warga kelas rendah yang menjadi akar rumput pendukung Revolusi Islam, akan menjadi serbuk mesiu yang bakal meledak sewaktu-waktu," kata Mehdi.

Ulama yang cukup disegani itu, melanjutkan Ali Khamenei menunjuk para anggota dewan, agar dapat mengendalikan parlemen dan di bawah pengaruh Garda Revolusi. "Parlemen hanya menjadi boneka yang hanya menyenangkan hati para pimpinan Iran," kata Mehdi.

Sejak 2011, Mehdi Karroubi dan Mir-Hossein Mousavi, politikus reformis dikenak tahanan rumah. Mereka dilarang ikut terjun ke panggung politik, setelah melakukan aksi protes setelah Mahmoud Ahmadinejad, tokoh konservatif garis keras menjadi presiden Iran 2009 lalu. Dalam surat terbuka ke Hassan Rouhani, Mehdi meminta rezim Iran untuk menggelar pengadilan terbuka untuk mendengar dakwaan apa yang akan dijatuhkan pada dirinya.

Komentar

Embed Widget
x