Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 04:30 WIB
 

Pemimpin Anti-Muslim Jerman Kini Jadi Mualaf

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 25 Januari 2018 | 12:03 WIB
Pemimpin Anti-Muslim Jerman Kini Jadi Mualaf
Pemimpin sayap kanan Jerman, Arthur Wagner - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Berlin - Pemimpin sayap kanan Jerman, Arthur Wagner yang dikenal anti-Muslim baru saja mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk agama Islam.

Seperti dikutip Russia Televisi Rabu (24/1/2018), Arthur mengatakan bahwa keputusannya itu, "Karena alasan pribadi," katanya kepada harian Jerman Tagesspiegel. Sementara tabloid Jerman, Bild, berspekulasi bahwa banyak faktor yang menyebabkan Arthur pindah agama. Arthur Wagner diam-diam membantu para imigran muslim yang tiba di Jerman. Bahkan Arthur yang fasih berbahasa Rusia kerap kali membantu menerjemahkan testimoni bagi para pengungsi asal Chenchen.

Sementara itu, media Jerman lain mengutip pendapat seorang anggota intelijen Jerman. "Entah karena sering berinteraksi dengan pengungsi Muslim yang mendorongnya memeluk agama Islam, atau agar dia lebih bisa melakukan kontak dengan mereka," kata sumber tersebut.

Padahal, sebelumnya Arthur Wagner dikenal sebagai tokoh sayap kanan yang menentang keras kehadiran warga Muslim di Jerman. Sebulan sebelum pemilihan umum Juli 2017, Arthur Wagner mengecam kebijaksanaan Kanselir Angela Merkel yang membuka perbatasan bagi para pengungsi dari negara-negara mayoritas Muslim. "Kebijaksanaan buka pintu lebar-lebar menjadikan Jerman berubah dan bermutasi menjadi negara yang asing," kata Arthur Wagner kala itu.

Kini, Arthur Wagner, 48 tahun yang semula memeluk agama Kristen akhirnya menjadi muslim. "Dia secara resmi mengundurkan diri dari Partai Alternatif untuk Jerman, AfD terhitung tanggal 11 Januari lalu," kata seorang anggota senior Partai AfD. "Belakangan baru tahu bahwa dia beralih masuk Islam," sambungnya.

Sementara itu, Daniel Friese, Juru Bicara Partai AfD menggaris bawahi bahwa pihaknya memberikan toleransi atas keputusan Arthur Wagner. "Agama merupakan masalah pribadi. Dan ini sesuai dengan sikap partai AfD yang artinya bebas memeluk agama apapun," kata Daniel Friese.

Partai Alternative untuk Jerman ini, meledak namanya pada 2015 setelah mengeluarkan doktrin yang menyatakan bahwa Islam tidak pernah menjadi bagian dari Jerman. Manifesto politik dan pemilu AfD untuk tahun 2018 antara lain menyebutkan: "Sikap keras dan ortodoks dari Islam yang tidak menghormati hukum kami, juga yang menyebutkan hanya satu agama yang sah di muka bumi, tidak sesuai dengan kehidupan kebudayaan dan sistem hukum Jerman."

Tags

Komentar

Embed Widget

x