Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 14:35 WIB

Band Wanita Korut Dikecam Konservatif Korsel

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 23 Januari 2018 | 14:06 WIB

Berita Terkait

Band Wanita Korut Dikecam Konservatif Korsel
(Foto: express)

INILAHCOM, Seoul - Sekitar 200 anggota konservatif Korea Selatan berdemonstrasi dan membakar foto Kim Jong-Un berukuran besar sebagai protes atas penampilan grup band wanita Korut Moranbong Band di Korea Selatan.

Kantor berita AP mengabarkan Senin (22/1/2018), protes itu dilancarkan saat Hyon Song Wol, pemimpin band wanita itu, kembali ke Seoul setelah melakukan pagelaran di Timur Korsel. Hyon Song Wol dikabarkan melihat ulah para demonstran yang membakar dan menginjak-injak foto Kim Jong Un itu, namun tidak memberikan reaksi apapun.

Kunjungan Hyon Song Wol dilakukan Korea Utara sebagai salah satu upaya meredam ketegangan dengan Korea Selatan. Tentu saja penampilan penyanyi Korut itu menjadi perhatian utama media massa Korsel yang membuntutinya ke manapun ia pergi.

Selain melaporkan tentang pakaian bulu yang dikenakannya, media massa juga membahas baju dan asesoris serta sepatu tinggi dan tatanan wajah Hyon Song Wol. Maklum, pemimpin Moranbong Band berwajah cantik itu, sejatinya adalah seorang tentara Korut berpangkat kolonel yang dikenal dekat dengan Kim Jon Un.

Pagelaran Moranbong Band dinilai tidak istimewa, bahkan terkesan berlebihan. Lihat saja. Para anggota band yang terdiri dari dara cantik, mengenakan rok mini dan hak tinggi, menyanyikan lagu-lagu pujaan pada Kim Jong Un, pemimpin Korut, selama pertunjukan berlangsung.

Setelah dua hari manggung mereka kembali ke Korea Utara lewat perbatasan Korsel. Pada acara Olimpiade Musim Dingin di PyongChang, Korsel 8-25 Februari 2018, Hyon Song Wol akan memimpin sendratari kontingen Korut yang akan tampil bersama kontingen Korsel dalam defile pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2018.

Sikap Presiden Korsel Moon Jae-in yang dinilai terlalu lunak itu dikecam kelompok konservatif. "Pemerintahan Moon terlalu ramah pada kolonel tentara Korut, seperti memperlakukan dia sebagai seorang ratu," kata mereka. "Apakah mereka lupa bahwa Korut masih melakukan ancaman terhadap Korsel dengan menembakkan senjata nuklir dan peluru kendali ke laut?" bunyi pernyataan resmi kelompok itu.

Komentar

Embed Widget
x