Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 17:23 WIB

Hamza bin Laden Serukan Saudi Digulingkan

Oleh : Didi Prambadi | Sabtu, 20 Januari 2018 | 13:59 WIB

Berita Terkait

Hamza bin Laden Serukan Saudi Digulingkan
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Riyadh - Hamza bin Laden, putra Osama bin Laden kembali menyuarakan tuntutan agar Kerajaan Arab Saudi digulingkan.

Newsweek mengabarkan, dalam video yang diedarkan Kamis (18/1/2018), Hamza menyerukan agar Kerajaan Saudi dihukum karena melakukan persekongkolan bersejarah dengan Barat. Termasuk bersekutu dengan Kerajaan Inggris melawan Kerajaan Ottoman.

"Lihat! Semoga Allah mengampuni anda, wahai Ibnu Saud yang menyerahkan diri kepada Inggris dan menyerahkan seluruh miliknya dengan imbalan uang dan senjata dari Inggris untuk melawan Sekutu Ottoman. Jadi, benarkah kini dia menjadi idola bagi umat Islam?" tanya putra Osama bin Laden dalam video berdurasi 12 menit.

Dalam seruannya itu, Hamza menjelaskan tentang Konvensi Uqair. Dalam perjanjian yang diteken 1922 itu, Kerajaan Saudi dan Iran menentukan tapal batas antara kedua negara. Sedangkan Pakta Darin yang disepakati 1915 adalah persetujuan Arab Saudi dengan Inggris Raya yang disebutnya sebagai langkah pengkhianatan. Karena Arab Saudi bersekutu dengan Inggris.

"Kalian tahu, mereka sepakat di balik kaum kafir untuk melawan kaum Muslim dan menyerahkan tanah-tanah kita ke tangan Tentara Salib, sehingga mereka dapat melakukan penindasan secara tak langsung," kata Hamza. Karena itu, Hamza menuduh "Arab Saudi telah mengakhiri kesetiaannya kepada Ukuwah Islamiah di luar batas, dan menjadikannya sebagai sekutu dan menjadi wakil Tentara Salib," sambung Hamza.

Siaran video itu, merupakan siaran video keempat yang pernah disiarkan Hamza bin Laden. Para pengamat menilai, putra kesayangan Osama itu adalah wajah baru kelompok teroris Al Qaeda. Mereka berupaya menggunakan keluarga bin Laden sebagai alat propaganda organisasi yang sudah mulai surut pamornya di mata internasional.

"Sejak awal, gerakan Al Qaeda menentang kehadiran Kerajaan Saudi," tutur Harrison Akinson, ahli keamanan di Howard Baker Center. "Dan video itu disebarkan menjelang penempatan sejumlah tentara Sekutu di Arab Saudi selama Perang Teluk," sambungnya.

Komentar

Embed Widget
x