Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 17:15 WIB

China Tangkap Aktivis HAM Yu Wensheng

Oleh : Didi Prambadi | Sabtu, 20 Januari 2018 | 13:30 WIB

Berita Terkait

China Tangkap Aktivis HAM Yu Wensheng
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Beijing - Yu Wensheng, pengacara dan aktivis HAM China yang kerap mengecam Pemerintah Beijing dan Presiden Xi Jinping ditangkap, setelah menyebarkan selebaran yang menuntut reformasi konstitusi.

Deutsche Welle mengabarkan Jumat (19/1/2018), menurut istrinya, pengacara HAM itu ditahan pagi hari saat mengajak putranya jalan-jalan pagi di rumah mereka di Beijing. "Saya tidak tahu tuduhan apa yang dijatuhkan ke suami saya," tutur Xu Yan, istrinya. "Saya yakin, tuntutan reformasi konstitusi merupakan bagian dari kebebasan berpendapat," lanjut Xu.

Kementerian keamanan umum China tidak mengumumkan penangkapan Yu Wensheng. Patrick Poon, salah satu periset Amnesti Internasional menjelaskan, penangapan Yu Wensheng menunjukkan Pemerintah Beijing tidak toleran terhadap kritik terhadap pemimpin China. "Kami sangat khawatir dengan tuduhan yang akan dikenakan pada Yu, seperti misalnya melakukan subversi terhadap pemerintahan China," kata Patrick Poon.

Sehari sebelum ditangkap, Yu Wensheng menyebarkan sepucuk surat tuntutan adanya perubahan konstitusi China. Termasuk di antaranya memperkenalkan multi kandidat presiden dalam pemilu capres. Bukan seperti sekarang, di mana calon kuat ditentukan oleh Komite Sentral Partai Komunis China.

"Merekayasa seorang presiden sebagai kepala negarera lewat satu partai bukanlah proses pemilihan," tulis Yu Wensheng. Di samping itu, Yu juga meminta agar kekuasaan militer China dikurangi dan menghapus bunyi pendahuluan konstitusi yang memberikan kewenangan Partai Komunis untuk menentukan para pemimpin nasional.

Surat itu dikeluarkan bersamaan dengan sebuah perdebatan Komite Sentral Partai yang memperkenalkan reformasi konstitusi baru. Kritik Yu itu dilontarkan berdasarkan rekomendasi Presiden Xi Jinping yang bertujuan untuk melakukna konsolidasi kekuasaan.

Penangkapan Yu Wensheng merupakan langkah terakhir Beijing memberangus para pembangkang, kebanyakan warga biasa, para pengacara HAM, guru dan bahkan selebriti serta para penulis blog. Sejak 2015 lalu, tercatat 200 orang pejuang hak-hak dan aktivis HAM ditangkap dan diinterogasi.

Tahun lalu, Liu Xiaobo, seorang aktivis dan pemenang Nobel China meninggal dunia di penjara karena menderita kanker, akibat permintaan pengobatan di luar tidak dipenuhi penguasa. Pada 2009 Liu Xiaobo dijatuhi hukuman 11 tahun penjara dengan tuduhan subversi setelah menuntut adanya reformasi demokrasi di China.

Komentar

Embed Widget
x