Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 04:29 WIB
 

AS Bantah di Belakang ISIS

Oleh : - | Sabtu, 20 Januari 2018 | 07:17 WIB
AS Bantah di Belakang ISIS
Organiasi militan ISIS - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Kabul-- Amerika Serikat (AS) membantah keras tuduhan bahwa negara Super Power ini berada di balik munculnya kelompok teroris ISIS di Afghanistan.

"Dalam kesempatan ini, karena rumor ini terus beredar, saya dengan tegas menyatakan bahwa Amerika tidak membawa ISIS ke Afghanistan. Amerika tidak pernah mendukung ISIS, pembentukannya, serangan-serangannya yang mengerikan dalam bentuk atau cara apapun," kata John Bass, Duta Besar AS untuk Afghanistan, dalam konferensi pers di Kabul.

Itu merupakan reaksi resmi pertama atas tuduhan yang dilontarkan berkali-kali oleh beberapa tokoh Afghanistan, termasuk mantan Presiden Hamid Karzai, dan Rusia dalam beberapa bulan terakhir bahwa pasukan AS membantu militan ISIS di Afghanistan.

Dalam serangkaian wawancara dengan kelompok media, termasuk VOA, akhir tahun lalu, Karzai menyebut ISIS sebagai "alat" AS. Mantan Presiden Afghanistan tersebut mengulangi tuduhannya di India bahwa terserah kepada AS untuk menjelaskan kebangkitan ISIS dan ekstremis di negaranya.

"Sebagian masalah di Afghanistan adalah datang dari luar negeri. Kegiatan ekstremis adalah produk dari kerja sama Amerika-Pakistan, dan Afghanistan harus menghadapi dampaknya. Amerika harus menjelaskan," kata Karzai di New Delhi ketika mengikuti konferensi geopolitik yang dikenal dengan Dialog Raisina.

Bass mengatakan "sama sekali tidak mungkin" mengupayakan perdamaian atau rekonsiliasi dengan ISIS di Afghanistan.

"Satu-satunya cara mengatasi ISIS adalah melalui usaha di medan perang untuk membunuh atau menangkap mereka dan menyingkirkannya guna mencegah mereka melakukan serangan," kata Bass.

Bas mengatakan ini adalah pendekatan yang dilakukan AS dan koalisi lainnya di Irak dan Suriah, bekerja sama dengan Pemerintah Irak dan dengan kelompok-kelompok Suriah yang bertekad mempertahankan wilayah mereka di Suriah. [voa/lat]

Tags

Komentar

Embed Widget

x