Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Juni 2018 | 20:30 WIB
 

Arab Saudi Kirim Dana Miliaran Dolar ke Yaman

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 18 Januari 2018 | 15:27 WIB
Arab Saudi Kirim Dana Miliaran Dolar ke Yaman
Bank Sentral Yaman - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi mengirim bantuan dana $ 2 miliar ke Yaman untuk menanggulangi krisis kemanusiaan yang terjadi di negara tetangganya itu.

Seperti dikutip CNN Rabu (17/1/2018), Kementerian Informasi dan Kebudayaan Saudi mengungkapkan pengiriman dana dimaksudkan untuk "Mendorong situasi krisis dan ekonomi serta meningkatkan mata uang riyal Yaman," bunyi pernyataan resminya. "Jika nilai mata uang meningkat, maka kondisi warga Yaman juga akan berubah lebih baik," lanjutnya.

Mata uang Riyal Yaman anjlok hingga 18%. Satu dolar AS dihargai sebesar $ 530 Riyal di pasar gelap, jauh melebihi nilai $ 250 Riyal pada tahun 2015 lalu. Perdana Menteri Yaman Ahmed bin Dagher meminta bantuan segera untuk menghentikan semakin anjloknya nilai mata uang Riyal.

"Sekarang. Bukan lagi besok. Kami mohon untuk menyelamatkan warga Yaman dari kelaparan," tulis PM Ahmed bin Dagher dalam cuitannya di Twitter. Sementara itu, Presiden Yaman Abdrabuh Mansur Hadi menemui Pangeran Mohammad bin Salman, Selasa (16/1/2018).

Dalam wawancaranya dengan CNN, PM Ahmed bin Dagher menuduh terilyawan Houthi, yang didukung Iran, sebagai biang keladi anjloknya mata uang Riyal Yaman. "Mereka sengaja mengedarkan uang palsu dan mencetak uang sebanyak-banyaknya hingga nilai Riyal anjlok," tutur Ahmed bin Dagher. "Iran terlibat menyelundupkan mesin-mesin pencetak uang dari sejumlah institusi Barat untuk mencetak lembaran uang Riyal, dan berhasil. Buktinya, banyak mata uang Riyal di pasaran," kata Ahmed bin Dagher.

Jatuhnya nilai mata uang Riyal menyebabkan biaya impor semakin tinggi, termasuk bahan bakar minyak. Para pedagang di kota pelabuhan Aden, menjelaskan bahwa harga bahan pangan yang melambung tinggi menyebabkan bahan pangan sulit didapat dari tangan petani. Banyak penduduk yang beralih menangkap ikan.

Komentar

 
Embed Widget

x