Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 26 April 2018 | 22:35 WIB
 

Amnesty Kecam Penembakan di Myanmar

Oleh : - | Kamis, 18 Januari 2018 | 05:49 WIB
Amnesty Kecam Penembakan di Myanmar
Polisi Myanmar - (Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta -- Organisasi hak asasi Amnesty International menyerukan penyelidikan independen mengenai penggunaan senjata yang telah menyebabkan tujuh orang tewas dalam kerusuhandi negara bagian Rakhine, Myanmar.

"Pembunuhan yang mengejutkan ini adalah satu contoh lagi ketidakperdulian pasukan keamanan Myanmar terhadap nyawa manusia. Biarpun pemrotes melemparkan batu dan bata, tidak ada yang dapat membenarkan perbuatan polisi yang tampaknya menembaki massa ribuan orang. Ini adalah kasus yang jelas penggunaan kekuatan yang berlebihan dan melanggar hak untuk hidup," kata James Gomez, Direktur Amnesty untuk Asia Tenggara dan Pasifik, dalam pernyataan, seperti dikutip dari VOA.

Ia mengatakan polisi Myanmar harus dilatih lebih baik dan dilengkapi dengan teknik tanpa kekerasan untuk mengendalikan massa.

Seperti diketahui, tujuh orang tewas tertembak polisi di negara bagian Rakhine yang rusuh di Myanmar.

Para pejabat mengatakan sedikitnya 4.000 orang mengelilingi sebuah gedung pemerintah di kota Mrauk U, Selasa malam (16/1), tidak lama setelah upacara tahunan memperingati berakhirnya kerajaan Arakan lebih dari dua abad yang lalu.

Tin Maung Swe, gubernur daerah tersebut, mengatakan polisi berusaha membubarkan massa dengan melepaskan tembakan peringatan yang menggunakan peluru karet. Ketika massa tidak memperdulikannya, massa mulai menyerang tentara dan pasukan keamanan melepaskan tembakan lagi dengan menggunakan peluru tajam.

Di samping tujuh orang yang tewas, 13 lainnya cedera dalam penembakan tersebut. Korban penembakan dilaporkan adalah kaum Buddhis, bukan Rohingya. [voa/lat]

Komentar

 
Embed Widget

x