Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 17:14 WIB

Singapura Kota Paling Aman Kedua Dunia

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 17 Januari 2018 | 12:57 WIB

Berita Terkait

Singapura Kota Paling Aman Kedua Dunia
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Singapura - Singapura dinobatkan sebagai kota paling aman nomor dua dunia, setelah Tokyo, oleh the Economist Intelligence Unit's Safe Citiex Index 2017.

CNBC mengabarkan Selasa (16/1/2018), begitu tinggi rasa aman penduduk Singapura, sampai-sampai para pemilik toko tidak mengunci tokonya di malam hari. Toko-toko yang terletak di lobi sebuah pertokoan di pusat kota Singapura yang ramai, tidak memiliki gembok bahkan ada yang tidak punya pintu. Sebuah gerai kopi Starbucks, di Raffles Place, salah satu lokasi tersibuk di stasiun bawah tanah, juga tidak memasang pintu permanen. Kedai kopi itu hanya memasang tali yang menandakan bahwa kedai itu tutup.

Pada 2016, polisi mencatat tidak satu kasus kriminal pun terjadi selama 135 hari. Bahkan tidak terjadi kasus penjambretan tas, perampokan, atau pembobolan rumah penduduk. Namun, hanya beberapa kasus kecil seperti pencopetan.

Rasa aman yang bisa dinikmati oleh 5,5 juta penduduk Singapura itu, tak terlepas dari banyaknya kamera pengintai yang dipasang di setiap sudut kota. Tahun lalu, jajaran kepolisian Singapura mengumumkan memasang puluhan ribu kamera lewat program PolCam 2.0. Jauh melebihi 62 ribu kamera yang dipasang sejak tahun 2012 silam.

Puluhan ribu kamera itu dipasang di 10 ribu blok apartemen dan tempat parkir susun. Selain itu, polisi juga memasang kamera di Ang Mo Kio Town Centre, Bedok Town Centre dan Jurong Gateway. Sedangkan 11 ribu kamera lagi dipasang di 2.500 lokasi di seluruh Singapura.

Deputi Komisioner Polisi Singapura, Lau Peet Meng mengungkapkan kamera pengintai yang dipasang di perumahan dan apartemen penduduk serta lapangan parkir, membantu penduduk dan lingkungan lebih aman. "Selain itu, pemasangan kamera juga memperkuat jajaran polisi untuk mendeteksi dan menangani kasus-kasus kriminal," kata Lau Peet Meng.

Komentar

Embed Widget
x