Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 18:36 WIB

Hotel Ritz-Carlton Riyadh Dibuka lagi untuk Umum

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 16 Januari 2018 | 12:19 WIB

Berita Terkait

Hotel Ritz-Carlton Riyadh Dibuka lagi untuk Umum
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Riyadh - Hotel Ritz-Carlton Riyadh yang sejak November lalu dijadikan sarana tahanan sementara oleh Kerajaan Arab Saudi, akan dibuka kembali untuk umum mulai Februari 2018.

Kantor Berita Reuters mengabarkan Senin (15/1/2018), seorang petugas hotel menjelaskan pihaknya menerima pemesanan kamar dari 14 Februari 2018 nanti. Sementara itu, situs Hotel Ritz-Carlton Riyadh bersedia menerima pemesanan kamar dengan tarif termurah senilai $ 650 per malam. "Pihak hotel mulai beroperasi berdasarkan pengarahan dari otoritas setempat," bunyi pernyataan resmi seorang jurubicara Grup Marriott hotel, perusahaan induk Hotel Ritz-Carlton.

Sementara itu, sumber-sumber Pemerintah Arab Saudi menjelaskan, pihak berwenang hampir rampung menyelesaikan berbagai masalah keributan yang terjadi selama ini. "Dengan demikian, kami mengembalikan fungsi Hotel Ritz-Calrton seperti sediakala," kata sumber tersebut.

Seperti diketahui, sejak November tahun lalu, Hotel Ritz-Carlton diam-diam digunakan Kerajaan Saudi untuk menampung ratusan pangeran dan kerabat kerajaan yang ditangkap karena tuduhan korupsi. Foto-foto suasana bagian dalam hotel yang sepi dan bagian lobi yang digunakan sebagai tempat tidur para pangeran, banyak beredar di linimasa. Akhir November lalu, ratusan tahanan mulai dibebaskan setelah membayar uang tebusan bernilai total US$1 miliar.

Di antara kerabat kerajaan yang ditahan, termasuk Pangeran Miteb bin Abdullah, saingan utama Pangeran Mohammad bin Salman sebagai putra mahkota Kerajaan Saudi. Adapun Pangeran Alwaleed bin Talal, Direktur Utama dan Pemilik Kingdom Holding, perusahaan investasi terbesar Saudi, dikabarkan masih melakukan negosiasi untuk menentukan berapa besar dana yang bakal diserahkan ke Kerajaan Saudi.

Akhir pekan lalu, Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi pemegang saham utama Hotel Ritz-Carlton mengungkapkan akan menyerahkan sejumlah sahamnya kepada negara. Direktur utama perusahaan konstruksi itu, Bakr bin Laden dan sejumlah anggota keluarganya ikut ditahan di dalam hotel tersebut. Dengan demikian hotel mewah seluas 21 hektare - berkapasitas 492 kamar mewah itu - kini berada di bawah kendali Pangeran Mohammad bin Salman.

Komentar

Embed Widget
x