Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Juni 2018 | 10:51 WIB
 

Israel Akan Usir Pendatang Gelap Afrika Maret

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 4 Januari 2018 | 13:41 WIB
Israel Akan Usir Pendatang Gelap Afrika Maret
(Foto: usatoday)

INILAHCOM, Tel Aviv - Pemerintah Israel memberi waktu bagi 38 ribu warga asal Sudan dan Eritrea yang masuk secara ilegal ke Israel untuk pulang secara sukarela ke negerinya, akhir Maret nanti.

USA Today mengabarkan Rabu (3/1/2018), para pendatang ilegal itu malah dibelikan tiket plus uang sebesar $ 3.500 per orang bila bersedia meninggalkan Israel. Tapi, bila awal April mereka tetap berada di Israel, maka pendatang ilegal itu bakal dijebloskan ke penjara.

"Setiap negara memiliki tapal batas, dan melindunginya dari kedatangan para pendatang ilegal yang masuk, demi kedaulatan negara," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sementara itu, Rwnda dan Uganda setuju untuk menampung warga kulit hitam yang tidak mau kembali ke Sudan dan Eritrea. Harian Israel Haaretz melaporkan, PM Netanyahu menanda tangani kesepakatan dengan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Gedung PBB, New York, September silam untuk mendeportasi migran Afrika dari Israel ke Rwanda.

Kasus ini terjadi, saat Pemerintahan Netanyahu menerima warga Yahudi seluruh dunia yang masuk ke Israel pada tahun 2006 lalu. Termasuk warga Yahudi yang berasal dari Ethiopia dan negara-negara Afrika lainnya. Mereka secara otomatis diberi fasilitas pendidikan dan kesehatan gratis serta menjadi warganegara Israel.

Ternyata di antara mereka, ikut serta warga Eritrea dan Sudan yang bukan Yahudi, dan masuk ke Israel, setelah terjadi aksi pembantaian di Eritrea dan Sudan. Bahkan banyak di antara mereka yang melahirkan anak-anak di Israel. Padahal mereka tidak diberi paspor Israel dan diminta pulang kembali ke tanah air masing-masing.

Mei lalu, Pemerintah Israel memotong gaji mereka 20% untuk disimpan di sebuah dana bersama yang akan dikeluarkan bila mereka kembali ke negaranya atau keluar dari Israel. Namun upaya itu tampak sia-sia dan warga kulit hitam Eritrea dan Sudan itu tetap bertahan di Israel.

Tags

Komentar

 
x