Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 24 Februari 2018 | 05:24 WIB
 

Stasiun Donald Trump di Tembok Ratapan

Oleh : - | Kamis, 28 Desember 2017 | 19:57 WIB
Stasiun Donald Trump di Tembok Ratapan
Presiden AS Donald Trump - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Yerusalem -- Keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel diapresiasi dengan baik oleh Pemerintah Israel. Sebagai "hadiah", Israel akan membangun stasiun kereta api bawah tanah dengan nama "Stasiun Donald Trump".

Rencana itu disampaikan Menteri Transportasi Israel, Yisrael Katz. Dia berniat menggali terowongan kareta api di bawah Kota Lama Yerusalem, samping Tembok Barat, atau Tembok Ratapan.

"Kami ingin menghormati sang Presiden AS atas keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel," ujar Katz.

Tembok Barat yang populer dengan sebutan Tembok Ratapan, adalah situs paling suci untuk berdoa bagi kaum Yahudi.

Terowongan dan stasiun kereta api baru yang masih direncanakan ini akan menjadi bagian dari perpanjangan jalur kereta cepat dari Tel Aviv yang siap dibuka pada tahun depan.

Sebelumnya, penggalian yang dilakukan Israel di sekitar kompleks di balik Tembok Barat, yang dikenal oleh umat Islam dengan nama Haram al-Sharif dan oleh Yahudi sebagai Bukit Kuil, memicu protes dari warga Palestina.

Lembaga kebudayaan PBB Unesco, yang telah menetapkan Kota Lama sebagai situs Warisan Dunia, juga telah mengungkapkan kekhawatiran akan terowongan dan penggalian.

Katz berkata kepada suratkabar Israel Yedioth Ahronoth bahwa perpanjangan jalur kereta api Tel Aviv-Yerusalem adalah "proyek nasional paling penting".

Ia mengatakan telah menyetujui rekomendasi dari komite kereta api Israel untuk membangun terowongan bawah tanah sepanjang 3 km dari stasiun Binyanei HaUma di Yerusalem Barat ke Tembok Ratapan di Yerusalem Timur yang dikuasai Israel.

Terowongan itu akan memiliki dua stasiun sekitar 52 m di bawah tanah-- "Pusat Kota", titik pertemuan jalan Jaffa dan King George --dan "Donald Trump, Western Wall", di dekat jalan raya kuno di Cardo, sebuah kawasan Yahudi di Kota Tua.

"Kotel (Tembok Barat) adalah tempat paling suci bagi orang Yahudi, dan saya memutuskan menamai stasiun kereta api yang mengarah ke sana dengan nama Presiden AS Donald Trump, sebagai pengakuan atas keputusannya yang berani dan historis untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel," kata Katz, seperti dikutip media lokal.

Deklarasi Trump pada awal bulan ini, serta keputusannya untuk memulai persiapan untuk memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, dikecam para pemimpin Palestina dan memantik protes keras di sepanjang Tepi Barat dan Jalur Gaza. [bbc/lat]

Komentar

 
Embed Widget

x