Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 06:26 WIB

Kamboja Mulai Kirim PRT ke Hong Kong

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 28 Desember 2017 | 14:43 WIB

Berita Terkait

Kamboja Mulai Kirim PRT ke Hong Kong
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Phnom Penh - Pemerintah Kamboja mengirimkan kembali sejumlah warganya untuk menjadi Pembantu Rumah Tangga, PRT di Hong Kong, Rabu (27/12/2017).

Kantor Berita AFP melaporkan, pengiriman kembali ini dilakukan, setelah terjadi banyak kasus penyiksaan oleh induk semang Hong Kong kepada para PRT dari negara-negara Asia Tenggara. Enam agen tenaga kerja Hong Kong diizinkan merekrut para tenaga kerja Kamboja. Sebanyak 14 perempuan Kamboja yang menjalani pelatihan sejak bulan Agustus lalu, ikut diberangkatkan dalam pengiriman kali ini.

Ngoy Rith, deputi kepala tenaga kerja Kamboja yang mengunjungi para PRT Kamboja di Hong Kong menjelaskan, pihaknya tidak khawatir lagi dengan eksploitasi yang pernah dilakukan warga Hong Kong. "Kami siap menangani kasus-kasus yang pernah terjadi," kata Ngoy Rith. Termasuk di antaranya, membekali para pekerjanya dengan telepon genggam, agar dapat menghubungi sanak keluarganya bila butuh bantuan.

Tahun 2015, ratusan PRT melakukan protes setelah terjadi kasus penyiksaan yang dilakukan Law Wan-Tung, seorang ibu rumah tangga Hong Kong terhadap seorang pembantu asal Indonesia.

Ironisnya, para buruh lokal di Kamboja mendapat perlakuan buruk dari para pengusaha lokal. Sampai-sampai perusahaan Wal-Mart mengirim surat kepada Departemen Tenaga Kerja Kamboja untuk memperbaiki kondisi kerja para buruh Kamboja. "Dengan segala hormat, kami meminta Pemerintah Kamboja untuk meningkatkan kondisi para pekerja Kamboja di pabrik-pabrik," tulis Scott Price, Wakil Presiden Eksekutif Wal-Mart. Kementerian Tenaga Kerja Kamboja menanggapi surat itu secara serius.

AS menerapkan pembatasan visa kepada sejumlah pejabat tinggi Kamboja, dan menarik bantuan dana terhadap Komisi Pemilu Nasional Kamboja. Gara-garanya, Kamboja dan AS dikecam banyak pihak, termasuk organisasi buruh internasional, karena kondisi kerja para buruh Kamboja yang dianggap di bawah standard internasional.

Komentar

x