Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 20:17 WIB

Tentara Jerman Berencana Serang Politikus

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 14 Desember 2017 | 13:23 WIB

Berita Terkait

Tentara Jerman Berencana Serang Politikus
(Foto: dw)

INILAHCOM, Berlin - Seorang tentara Jerman berpangkat letnan didakwa berniat melakukan serangan terhadap sejumlah politikus Jerman dengan menyamar sebagai seorang pengungsi Muslim.

Deutsche Welle mengabarkan, dakwaan itu dijatuhkan Selasa (12/12/2017). Dalam dakwaan tersebut diungkapkan, seorang letnan berusia 28 tahun bernama singkat Franco A berencana membunuh sejumlah politikus Jerman. Termasuk di antaranya Menteri Kehakiman Heiko Maas, lalu politikus partai hijau Claudia Roth dan sejumlah aktivis serta wartawan Jerman.

Dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum mengungkapkan bahwa serdadu itu berhasil mendaftarkan diri sebagai pengungsi. Upaya itu dilakukan Franco agar dapat memalsukan identitas dirinya sebagai pengungsi asing yang hendak melakukan pembunuhan dan serangan. "Dia berencana membunuh politikus tingkat tinggi dan tokoh masyarakat yang dikenal dekat dengan para pengungsi asing," bunyi tuduhan jaksa.

Dengan demikian, menurut tuduhan jaksa, "Terdakwa berhasil mengalihkan penyelidikan aksi serangan itu kepada para pengungsi dan pencari suaka yang tinggal di Jerman," bunyi tuduhan itu. "Menurut terdakwa, serangan itu dapat dilihat masyarakat umum sebagai tindakan teroris Islam radikal yang dilakukan seorang migran yang diberi suaka di Jerman," sambungnya.

Franco A digambarkan sebagai seorang nasionalis sayap kanan yang menerima ribuan Euro dari tunjangan sebagai pemohon suaka politik. Franco juga diketahui menyimpan sejumlah senjata api dan ribuan amunisi serta lusinan bahan peledak. "Beberapa senjata api didapatkan dari toko senjata di Bundeswehr, Jerman," bunyi tuduhan jaksa.

Nama Franco A mencuat di media massa Jerman, setelah ditangkap April lalu. Kasusnya kemudian menjadi perhatian nasional Jerman, dan dianggap sebagai munculnya ekstrimisme di kalangan militer Jerman. Menteri Pertahanan Jerman, Ursula von der Leyen, mendapat tekanan banyak pihak agar melakukan investigasi munculnya radikalisme sayap kanan di tubuh militer.

Komentar

Embed Widget
x